A.
Pengertian Variabel Penelitian
Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu
yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Kerlinger berpendapat bahwa varaibel adalah konstrak
(constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnya,
tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas
kerja, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat
dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda
(different values). (Sani, 2012)
Sedangkan menurut Kidder menyatakan bahwa variabel penelitian
adalah suatu atribut atau sifat kualitas (qualiteis) dimana peneliti
mempelajari dan menarik kesimpulan darinya
(Louise, 1981).
Secara teorotis variabel dapat didevinisikan sebagai atribut
seseorang atau obyek, yang mempunyai “Variasi” antara satu dengan yang lainnya
atau satu obyek dengan obyek lainnya Variabel juga dapat merupakan atribut dari
bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Seperti contoh Tinggi, berat badan,
sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin
kerja merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Struktur organisasi,
model pendelegasian, kepemimpinan, pengawasan, koordinasi, prosedur dan
mekanisme kerja, deskripsi pekerjaan, kebijakan itu semua adalah merupakan
contoh variabel dalam kegiatan administrasi (Sugiyono, 2018).
Variabel
adalah gejala penelitian yang memiliki variasi. Misalnya, jenis kelamin sebagai
gejala memiliki variasi perempuan dan laki-laki. Berat badan variasinya: 20 kg,
30 kg, 40 kg, 50 kg, dan sebagainya. Gejala adalah objek penelitian, sehingga
variabel adalah objek penelitian yang bervariasi.
Berdasarkan
beberapa pengertian-pengertian diatas, maka dapat di simpulkan bahwa variabel penelitian
adalah suatu atribut atau sifat nilai dari suatu obyek, orang atau kegiatan
yang mempunyai variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian sampai ditarik kesimpulannya.
B.
Macam-macam
Variabel dalam Penelitian
Secara
umum variabel dibagi menjadi dua:
1. Variabel
Kualitatif (Qualitative Variable), yaitu variabel yang tidak dapat diukur
dengan angka dan takaran yang pasti. Seperti: kecerdasan, kepandaian, keimanan,
semangat, kemakmuran dan lainnya. Data dalam variabel ini disebut data
kualitatif.
2. Variabel
Kuantitatif (Quantitative Variable), yaitu variabel yang bisa diukur dengan
angka dan takaran secara lebih pasti. Misalnya: umur, luas daerah, curah hujan,
kelembaban udara, dan lain-lain. Data yang dicatat dalam variabel ini disebut
data kuantitatif.
Variabel kuantitatif
dibagai menjadi dua bagian:
a. Variabel
Diskrit (Descrete Variable), yaitu variabel yang dapat digolongkan menjadi dua
golongan secara kontras. Misalnya: laki-laki dan perempuan, hadir dan tidak
hadir, bawah dan atas, lulus dan gagal. Angka-angka dalam variabel ini disebut
frekuensi, sedangkan data dari angka variabel ini disebut data diskrit.
b. Variabel
Kontinum (Continous Variable), yaitu variabel yang berkesinambungan, baik dalam
bentuk tingkatan, jarak ataupun perbandingan. Data yang yang ada dalam variabel
ini disebut data kontinum.
Variabel Kontinum di bagi menjadi tiga
jenis variabel:
1) Variabel
Bertingkat (Ordinal Variable), yaitu variabel yang menunjukkan
tingkatan-tingkatan misalnya: panjang, kurang panjang, pendek; pandai, cukup
pandai, bodoh dan lain lain. Variabel ini bersifat “lebih kurang”, agak tidak
pasti. Datanya disebut data kontinum bertingkat.
2) Variabel
Berjarak (Interval Variable), yaitu variabel yang mempunyai jarak jika
dibanding dengan variabel lain, sedang jarak itu dapat diketahui dengan pasti
misalnya: variabel suhu udara di luar 30°C. Suhu tubuh manusia 37°C. Jarak
antara keduanya adalah 7°C, variabel interval bersifat lebih pasti dari pada
variabel ordinal karena jarak variabel ordinal biasanya sulit diukur. Misalnya
Ali lebih pandai dari Amin. Datanya disebut kontinum berjarak yang berukuran.
3) Variabel
perbandingan (Ratio Variable). Variabel ini dalam hubungan antar-sesamanya
merupakan “sekian kali”, misalnya berat badan bayi kembar rata-rata 1,5 kg.
Berat bayi tunggal rata-rata 3 kg. Maka berat bayi tunggal dua kali lipat berat
bayi kembar; Berat Pak Dhani 60 kg, sedangkan anaknya 30 kg. Maka Pak Dhani beratnya
dua kali anaknya. Datanya disebut data kontinum berperbandingan.
Menurut hubungannya antara satu variabel
dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat
dibedakan menjadi lima, yaitu (Sugiyono, 2010):
1. Variabel
Independen
Variabel ini sering
disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent, variabel bebas.
Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam SEM (Structural
Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural), variabel independen disebut
sebagai variabel eksogen.
2. Variabel
Dependen
Variabel ini sering
disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen, variabel terikat.
Variebel terikat merupakan variebel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (Struktural Equation Modeling/Pemodelan
Persamaan Struktural) variabel dependen disebut sebagai variabel indogen.

Gambar 1.1 : Contoh Hubungan Variabel
Independen dan Dependen
3. Variabel
Moderator
Variabel Moderator
adalah yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel
independen dan dependen. Variabel moderator disebut juga sebagai variabel
independen ke dua. Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik (kuat)
kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada pihak ketiga ikut
mencampuri. Di sini anak adalah variabel moderator yang memperkuat hubungan,
dan pihak ketiga adalah variabel moderator yang memperlemah hubungan. Hubungan
motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru dalam
menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan
guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.
Jumlah Anak

(Variabel Moderator)
Gambar
1.2 a: Contoh Hubungan Variabel Independen, Moderator, dan Dependen
Peranan Guru

(Variabel Moderator)
Gambar
1.2 a: Contoh Hubungan Variabel Independen, Moderator, dan Dependen
4. Variabel
Intervening
Variabel Intervening
adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel
independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat
diamati dan diukur. Variabel ini merupkan variabel penyela/antara yang terletak
di antara variabel indepemnden dan dependen, sehingga variabel independen tidak
langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.
Pada contoh berikut ini
dikemukakan bahwa tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak
langsung terhadap harapan hidup (panjang pendeknya umur). Dalam hal ini ada
variabel antaranya, yaitu yang berupa gaya hidup seseorang. Antara variabel
penghasilan dengan gaya hidup, terdapat variabel moderator, yaitu budaya
lingkungan tempat tinggal.
Lingkungan Tempat Tinggal

(Variabel Moderator)
Gambar 1.3 : Contoh Hubungan Variabel Independen,
Moderator, Intervening, Dependen
5. Variabel
Kontrol
Variabel Kontrol adalah
variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel
independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak
diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan
penelitian yang bersifat membandingkan.
Contoh: Pengaruh jenis
pendidikan terhadap keterampilan dan mengetik.. Variabel independennya
pendidikan (SMU dan SMK), variabel yang ditetapkan sama misalnya, adanya naskah
yang diketik sama, mesin ketik yang digunakan sama, ruang tempat mengetik sama.
Dengan adanya variabel kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh jenis
pendidikan terhadap keterampilan mengetik dapat diketahui lebih pasti.

Gambar 1.4 : Contoh Hubungan Variabel
Independen, Kontrol, Dependen
C.
Penerapan
Variabel dalam Penelitian
Bila
variabel itu digunakan dalam penelitian maka akan dijumpai:
1. Variabel
sebab atau variabel bebas atau independent variable atau variabel X.
2. Variabel
akibat atau variabel terikat atau dependent variable atau variabel Y. Misalnya
penelitian tentang pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanaman di musim hujan.
Metode yang digunakan adalah eksperimen. Kelompok eksperimen adalah tanaman
yang diberi pupuk dengan kadar tertentu. Kelompok kontrol adalah jenis tanaman
yang sama dengan tanaman dalam kelompok eksperimen yang tidak diberi pupuk
dengan takaran kg (variabel kontinum). Kesuburan tanaman dicatat dengan
mengukur perkembangan panjang batang dan besarnya daun dengan cm (variabel
kontinum) (Mahmud, 2022).
Dari
contoh di atas diketahui bahwa ada variabel penyebab atau yang mempengaruhi
yaitu pupuk. Variabel ini disebut variabel bebas (independent variable) yang
dilambangkan dengan variabel X. Sedangkan variabel akibat atau yang dipengaruhi
(kesuburan tanah) bersifat terikat dan tergantung pada variabel sebab atau
bebas. Karena itu disebut dependent variable atau variabel Y.
Bila
variabelnya hanya satu dan mengandung satu hal disebut variabel tunggal. Pupuk
dalam contoh di atas termasuk variabel tunggal. Sedangkan bila variabel lebih dari
satu, atau satu tapi mengandung unsur-unsur yang banyak maka disebut variabel
majemuk. Misalnya “pengaruh lingkungan belajar terhadap semangat belajar”.
Lingkungan belajar mengandung unsur-unsur: lingkungan belajar di sekolah,
lingkungan belajar di rumah dan di masyarakat. Dalam judul penelitian di atas
digunakan variabel independent majemuk karena variabelnya ada tiga.
Sedangkan
semangat belajar diartikan dengan: 1) tingkat jumlah jam yang digunakan untuk
belajar setiap hari. 2) jumlah kali belajar setiap hari. Ini berarti peneliti
juga menggunakan variabel dependent yang majemuk. Karena variabel yang
digunakan lebih dari satu.
Pada
variabel majemuk yang terdiri dari satu tetapi mengandung banyak unsur menuntut
kemampuan peneliti:
1. Memahami
luas pengertian yang dicakup oleh variabel.
2. Mengklasifikasi
luar pengertian itu menjadi beberapa sub variabel secara logis, rasional dan
sistematis.
3. Mengidentifikasi
variabel sehingga jelas batas cakupan isi pengertian yang dikandung oleh setiap
sub variabel (konotatif), jelas luas makna yang ditunjuk (denotatif), jelas
batas tingkatnya (struktural), jelas pembagian makna yang dikandung (skematis)
dan jelas ciri-ciri khas yang dikandung oleh setiap sub variabel (identikal).
Sub
variabel yang diperoleh dari tiga proses tersebut (pemahaman luas, klasifikasi
dan identifikasi) disebut variabel indikator. Disebut demikian karena sub
variabel itu memberikan tanda-tanda dan bukti-bukti yang dijadikan pedoman
dalam:
1. Merumuskan
hipotesis minor. Variabel yang mengandung makna terlalu luas tanpa dibagi ke
dalam sub-sub variabel akan menghasilkan kesimpulan yang terlalu luas, sehingga
terkesan terlalu menggeneralisir masalah.
2. Menyusun
instrumen (alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data).
3. Memahami
cakupan jenis-jenis data yang diperlukan.
Berhubung
pentingnya kategorisasi variabel penelitian, berikut ini disajikan contoh
penjabaran variabel dan dilengkapi cara memperoleh datanya.
Contoh
penelitian dengan judul:
“Pengaruh Kualitas Guru terhadap
Prestasi Belajar Murid”
Independent
Variabel (X) : Kualitas
Guru
Dependent
Variabel (Y) :
Prestasi Belajar Murid
|
Independent
Variabel: |
Dependent
Variabel: |
|
Sub Variabel : 1.
Pendidikan
Guru (Dokumen) 2.
Pengalaman
Mengajar (Dokumen) 3.
Banyaknya
Penataran (Dokumen) 4.
Usia (Dokumen) 5.
Minat menjadi
Guru (Kuesioner kepada guru) 6.
Penguasaan
terhadap materi pelajaran (Kuesioner kepada murid) 7.
Pendekatan/cara
mengajar (observasi dan kuesioner murid) 8.
Cara memilih
alat dan cara menggunakannya (observasi dan kuesioner murid) 9.
Hubungan
guru-murid (kuesioner murid) 10.
Pribadi guru
(interview, kuesioner berbagai pihak) 11.
Kelurga guru
(interview, atau kuesioner) 12.
Cara
memberikan pekerjaan rumah (PR) (kuesioner atau interview) 13.
Dan sebagainya |
Sub Variabel : 1. Nilai harian (dokumen) 2. Nilai ulangan umum (dokumen) 3. Nilai tugas-tugas (dokumen) 4. Cara menjawab pertanyaan di kelas (observasi) 5. Cara menyusun laporan (dokumen) 6. Nilai ketelitian catatan (dokumen) 7. ketekunan, keuletan (observasi) 8. Usaha (observasi 9.
Dan sebagainya |
Sumber : Arikunto (2002:100) (Arikunto, 2002)
Keterangan :
Yang di tulis dalam tanda kurung adalah cara atau
metode bagaimana data di peroleh.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Manajemen Penelitian [Book]. - Jakarta : Renika Cipta,
2002.
Louise Kidder Research
Methods in Social Relation [Book]. - Rinehart and Winston : Holt,
1981.
Mahmud Skala Pengukuran
Variabel-Variabel Penelitian Pendidikan Agama Islam [Book]. - Mojokerto
Jawa Timur : Yayasan Pendidikan Uluwiyah, 2022.
Sani Mahmud Moh
Metodologi Penelitian [Book]. - Mojokerto : Thoriq Al-Fikri,
2012. - Vol. Hal 66.
Sugiyono Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R& D [Book]. - Bandung :
Al Fabet, 2018. - Vol. 38.
Sugiyono Metode
Penelitian Pendidikan [Book]. - Bandung : Alfabeta, 2010. -
Vols. hal 61-65.