Selasa, 19 Maret 2024

Variabel Penelitian Lengkap

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Variabel Penelitian

Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

Kerlinger berpendapat bahwa varaibel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnya, tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial,  jenis kelamin, golongan gaji, produktifitas kerja, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). (Sani, 2012)

Sedangkan menurut Kidder menyatakan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat kualitas (qualiteis) dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya  (Louise, 1981).

Secara teorotis variabel dapat didevinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai “Variasi” antara satu dengan yang lainnya atau satu obyek dengan obyek lainnya  Variabel juga dapat merupakan atribut dari bidang keilmuan atau kegiatan tertentu. Seperti contoh Tinggi, berat badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin  kerja merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Struktur organisasi, model pendelegasian, kepemimpinan, pengawasan, koordinasi, prosedur dan mekanisme kerja, deskripsi pekerjaan, kebijakan itu semua adalah merupakan contoh variabel dalam kegiatan administrasi (Sugiyono, 2018).  

Variabel adalah gejala penelitian yang memiliki variasi. Misalnya, jenis kelamin sebagai gejala memiliki variasi perempuan dan laki-laki. Berat badan variasinya: 20 kg, 30 kg, 40 kg, 50 kg, dan sebagainya. Gejala adalah objek penelitian, sehingga variabel adalah objek penelitian yang bervariasi.

Berdasarkan beberapa pengertian-pengertian diatas, maka dapat di simpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat nilai dari suatu obyek, orang atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian sampai ditarik kesimpulannya.

 

 

 

B.     Macam-macam Variabel dalam Penelitian

Secara umum variabel dibagi menjadi dua:

1.      Variabel Kualitatif (Qualitative Variable), yaitu variabel yang tidak dapat diukur dengan angka dan takaran yang pasti. Seperti: kecerdasan, kepandaian, keimanan, semangat, kemakmuran dan lainnya. Data dalam variabel ini disebut data kualitatif.

2.      Variabel Kuantitatif (Quantitative Variable), yaitu variabel yang bisa diukur dengan angka dan takaran secara lebih pasti. Misalnya: umur, luas daerah, curah hujan, kelembaban udara, dan lain-lain. Data yang dicatat dalam variabel ini disebut data kuantitatif.

Variabel kuantitatif dibagai menjadi dua bagian:

a.       Variabel Diskrit (Descrete Variable), yaitu variabel yang dapat digolongkan menjadi dua golongan secara kontras. Misalnya: laki-laki dan perempuan, hadir dan tidak hadir, bawah dan atas, lulus dan gagal. Angka-angka dalam variabel ini disebut frekuensi, sedangkan data dari angka variabel ini disebut data diskrit.

b.      Variabel Kontinum (Continous Variable), yaitu variabel yang berkesinambungan, baik dalam bentuk tingkatan, jarak ataupun perbandingan. Data yang yang ada dalam variabel ini disebut data kontinum.

Variabel Kontinum di bagi menjadi tiga jenis variabel:

1)      Variabel Bertingkat (Ordinal Variable), yaitu variabel yang menunjukkan tingkatan-tingkatan misalnya: panjang, kurang panjang, pendek; pandai, cukup pandai, bodoh dan lain lain. Variabel ini bersifat “lebih kurang”, agak tidak pasti. Datanya disebut data kontinum bertingkat.

2)      Variabel Berjarak (Interval Variable), yaitu variabel yang mempunyai jarak jika dibanding dengan variabel lain, sedang jarak itu dapat diketahui dengan pasti misalnya: variabel suhu udara di luar 30°C. Suhu tubuh manusia 37°C. Jarak antara keduanya adalah 7°C, variabel interval bersifat lebih pasti dari pada variabel ordinal karena jarak variabel ordinal biasanya sulit diukur. Misalnya Ali lebih pandai dari Amin. Datanya disebut kontinum berjarak yang berukuran.

3)      Variabel perbandingan (Ratio Variable). Variabel ini dalam hubungan antar-sesamanya merupakan “sekian kali”, misalnya berat badan bayi kembar rata-rata 1,5 kg. Berat bayi tunggal rata-rata 3 kg. Maka berat bayi tunggal dua kali lipat berat bayi kembar; Berat Pak Dhani 60 kg, sedangkan anaknya 30 kg. Maka Pak Dhani beratnya dua kali anaknya. Datanya disebut data kontinum berperbandingan.

Menurut hubungannya antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi lima, yaitu (Sugiyono, 2010):

1.      Variabel Independen

Variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent, variabel bebas. Variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam SEM (Structural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural), variabel independen disebut sebagai variabel eksogen.

2.      Variabel Dependen

Variabel ini sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen, variabel terikat. Variebel terikat merupakan variebel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam SEM (Struktural Equation Modeling/Pemodelan Persamaan Struktural) variabel dependen disebut sebagai variabel indogen.

 

 

 

 


Gambar 1.1 : Contoh Hubungan Variabel Independen dan Dependen

3.      Variabel Moderator

Variabel Moderator adalah yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dan dependen. Variabel moderator disebut juga sebagai variabel independen ke dua. Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik (kuat) kalau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada pihak ketiga ikut mencampuri. Di sini anak adalah variabel moderator yang memperkuat hubungan, dan pihak ketiga adalah variabel moderator yang memperlemah hubungan. Hubungan motivasi dan prestasi belajar akan semakin kuat bila peranan guru dalam menciptakan iklim belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan guru kurang baik dalam menciptakan iklim belajar.

 

 

Jumlah Anak
(Variabel Moderator)

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1.2 a: Contoh Hubungan Variabel Independen, Moderator, dan Dependen

Peranan Guru
(Variabel Moderator)

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1.2 a: Contoh Hubungan Variabel Independen, Moderator, dan Dependen

 

4.      Variabel Intervening

Variabel Intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variabel ini merupkan variabel penyela/antara yang terletak di antara variabel indepemnden dan dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.

Pada contoh berikut ini dikemukakan bahwa tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap harapan hidup (panjang pendeknya umur). Dalam hal ini ada variabel antaranya, yaitu yang berupa gaya hidup seseorang. Antara variabel penghasilan dengan gaya hidup, terdapat variabel moderator, yaitu budaya lingkungan tempat tinggal.

Lingkungan Tempat Tinggal
(Variabel Moderator)

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1.3 : Contoh Hubungan Variabel Independen, Moderator, Intervening, Dependen

 

5.      Variabel Kontrol

Variabel Kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.

Contoh: Pengaruh jenis pendidikan terhadap keterampilan dan mengetik.. Variabel independennya pendidikan (SMU dan SMK), variabel yang ditetapkan sama misalnya, adanya naskah yang diketik sama, mesin ketik yang digunakan sama, ruang tempat mengetik sama. Dengan adanya variabel kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh jenis pendidikan terhadap keterampilan mengetik dapat diketahui lebih pasti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 1.4 : Contoh Hubungan Variabel Independen, Kontrol, Dependen

C.     Penerapan Variabel dalam Penelitian

Bila variabel itu digunakan dalam penelitian maka akan dijumpai:

1.      Variabel sebab atau variabel bebas atau independent variable atau variabel X.

2.      Variabel akibat atau variabel terikat atau dependent variable atau variabel Y. Misalnya penelitian tentang pengaruh pupuk terhadap kesuburan tanaman di musim hujan. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Kelompok eksperimen adalah tanaman yang diberi pupuk dengan kadar tertentu. Kelompok kontrol adalah jenis tanaman yang sama dengan tanaman dalam kelompok eksperimen yang tidak diberi pupuk dengan takaran kg (variabel kontinum). Kesuburan tanaman dicatat dengan mengukur perkembangan panjang batang dan besarnya daun dengan cm (variabel kontinum)  (Mahmud, 2022).

Dari contoh di atas diketahui bahwa ada variabel penyebab atau yang mempengaruhi yaitu pupuk. Variabel ini disebut variabel bebas (independent variable) yang dilambangkan dengan variabel X. Sedangkan variabel akibat atau yang dipengaruhi (kesuburan tanah) bersifat terikat dan tergantung pada variabel sebab atau bebas. Karena itu disebut dependent variable atau variabel Y.

Bila variabelnya hanya satu dan mengandung satu hal disebut variabel tunggal. Pupuk dalam contoh di atas termasuk variabel tunggal. Sedangkan bila variabel lebih dari satu, atau satu tapi mengandung unsur-unsur yang banyak maka disebut variabel majemuk. Misalnya “pengaruh lingkungan belajar terhadap semangat belajar”. Lingkungan belajar mengandung unsur-unsur: lingkungan belajar di sekolah, lingkungan belajar di rumah dan di masyarakat. Dalam judul penelitian di atas digunakan variabel independent majemuk karena variabelnya ada tiga.

Sedangkan semangat belajar diartikan dengan: 1) tingkat jumlah jam yang digunakan untuk belajar setiap hari. 2) jumlah kali belajar setiap hari. Ini berarti peneliti juga menggunakan variabel dependent yang majemuk. Karena variabel yang digunakan lebih dari satu.

Pada variabel majemuk yang terdiri dari satu tetapi mengandung banyak unsur menuntut kemampuan peneliti:

1.      Memahami luas pengertian yang dicakup oleh variabel.

2.      Mengklasifikasi luar pengertian itu menjadi beberapa sub variabel secara logis, rasional dan sistematis.

3.      Mengidentifikasi variabel sehingga jelas batas cakupan isi pengertian yang dikandung oleh setiap sub variabel (konotatif), jelas luas makna yang ditunjuk (denotatif), jelas batas tingkatnya (struktural), jelas pembagian makna yang dikandung (skematis) dan jelas ciri-ciri khas yang dikandung oleh setiap sub variabel (identikal).

Sub variabel yang diperoleh dari tiga proses tersebut (pemahaman luas, klasifikasi dan identifikasi) disebut variabel indikator. Disebut demikian karena sub variabel itu memberikan tanda-tanda dan bukti-bukti yang dijadikan pedoman dalam:

1.      Merumuskan hipotesis minor. Variabel yang mengandung makna terlalu luas tanpa dibagi ke dalam sub-sub variabel akan menghasilkan kesimpulan yang terlalu luas, sehingga terkesan terlalu menggeneralisir masalah.

2.      Menyusun instrumen (alat-alat yang digunakan untuk mengumpulkan data).

3.      Memahami cakupan jenis-jenis data yang diperlukan.

Berhubung pentingnya kategorisasi variabel penelitian, berikut ini disajikan contoh penjabaran variabel dan dilengkapi cara memperoleh datanya.

Contoh penelitian dengan judul:

“Pengaruh Kualitas Guru terhadap Prestasi Belajar Murid”

Independent Variabel (X)                   : Kualitas Guru

Dependent Variabel (Y)                     : Prestasi Belajar Murid

 

Independent Variabel:
Kualitas Guru

Dependent Variabel:
Prestasi Belajar Murid

Sub Variabel :

1.      Pendidikan Guru (Dokumen)

2.      Pengalaman Mengajar (Dokumen)

3.      Banyaknya Penataran (Dokumen)

4.      Usia (Dokumen)

5.      Minat menjadi Guru (Kuesioner kepada guru)

6.      Penguasaan terhadap materi pelajaran (Kuesioner kepada murid)

7.      Pendekatan/cara mengajar (observasi dan kuesioner murid)

8.      Cara memilih alat dan cara menggunakannya (observasi dan kuesioner murid)

9.      Hubungan guru-murid (kuesioner murid)

10.  Pribadi guru (interview, kuesioner berbagai pihak)

11.  Kelurga guru (interview, atau kuesioner)

12.  Cara memberikan pekerjaan rumah (PR) (kuesioner atau interview)

13.  Dan sebagainya

Sub Variabel :

1.      Nilai harian (dokumen)

2.      Nilai ulangan umum (dokumen)

3.      Nilai tugas-tugas (dokumen)

4.      Cara menjawab pertanyaan di kelas (observasi)

5.      Cara menyusun laporan (dokumen)

6.      Nilai ketelitian catatan (dokumen)

7.      ketekunan, keuletan (observasi)

8.      Usaha (observasi

9.      Dan sebagainya

Sumber : Arikunto (2002:100)  (Arikunto, 2002)

Keterangan :

Yang di tulis dalam tanda kurung adalah cara atau metode bagaimana data di peroleh.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Manajemen Penelitian [Book]. - Jakarta : Renika Cipta, 2002.

Louise Kidder Research Methods in Social Relation [Book]. - Rinehart and Winston : Holt, 1981.

Mahmud Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian Pendidikan Agama Islam [Book]. - Mojokerto Jawa Timur : Yayasan Pendidikan Uluwiyah, 2022.

Sani Mahmud Moh Metodologi Penelitian [Book]. - Mojokerto : Thoriq Al-Fikri, 2012. - Vol. Hal 66.

Sugiyono Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R& D [Book]. - Bandung : Al Fabet, 2018. - Vol. 38.

Sugiyono Metode Penelitian Pendidikan [Book]. - Bandung : Alfabeta, 2010. - Vols. hal 61-65.