Sabtu, 03 Februari 2018

METODE ILMIAH DALAM PSIKOLOGI DAN HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU YANG LAINYA

RANGKUMAN MATERI
METODE ILMIAH DALAM PSIKOLOGI DAN HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU YANG LAINYA
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mandiri
Mata kuliah   : Psikologi Umum
Dosen   :  Drs. H. Masdudi, M.Pd



Disusun Oleh :
MOHAMAD JAMALUDIN             (1708101170)


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
 SYEKH NURJATI CIREBON
2017

MATERI I
METODE ILMIAH DALAM PSIKOLOGI 

A.    Pendekatan Ilmiah
Pusat pendekatan ilmiah adalah empat sikap : rasa ingin tahu, skeptis, objektivitas, dan kesediaan untuk berfikir kritis. Bagi seorang ilmuan, yang pertama dan terpenting adalah rasa keingintahuan (curious).
 Para ilmuan juga seorang skeptis (skeptical). Orang-orang yang skeptis meragukan hal-hal yang orang lain terima apa adanya. Mereka bertanya-tanya apakah fakta benar-benar akurat. Ada kalanya “setiap orang tahu” bahwa wanita lebih inferior secara moral dibandingkan pria, bahwa ras dapat memengaruhi IQ seseorang, dan bahwa bumi datar. Seorang ilmuan melihat pada berbagai dugaan dalam cara yang baru dan meragukan hal tersebut.
Ilmu pengetahuan juga berarti menjadi objektif (objektive). Para ilmuan meyakini bahwa salah satu cara terbaik untuk menjadi objektif adalah melakukan penelitian (Martin, 2008; Mc Burney & White, 2007). Para ilmuan menggunakan metode empiris untuk mempelajari dunia. Metode empiris berarti bahwa bagi ilmuan pengetahuan dari pengamatan berbagai peristiwa dan penalaran logis. Menjadi objektif berarti berupaya untuk melihat hal-hal seperti apa adanya, tidak hanya seperti yang kita inginkan.
Terakhir, ilmu pengetahuan melibatkan berpikir dengan kritis. Berpikir dengan kritis terdiri atas berpikir secara reflektif, berpikir secara produktif, dan mengevaluasi bukti. Para pemikir yang kritis mempertanyakan dan menguji apa yang dikatakan orang-orang mengenai fakta. Mereka menguji penelitian untuk melihat bagaimana sebuah gagasan benar-benar mendukung (Stanovich, 2007).


B.     Lima Langkah dalam Metode ilmiah
Salah satu ciri pendekatan ilmiah pada psikologi adalah melibatkan pengadopsian metode ilmiah dalam mempelajari pokok-pokok bahasan dalam bidang ini (Neuman, 2007). Sebenarnya, kebanyakan penelitian yang diterbitkan psikolog dalam jurnal penelitian mengikuti metode ilmiah yang diragumkan dalam kelima langkah berikut ini :
1.      Mengamati sejumlah gejala.
2.      Merumuskan hipotesis dan dugaan.
3.      Menguji melalui penelitian empiris.
4.      Menarik kesimpulan.
5.      Mengevaluasi kesimpulan.
Metode ilmiah biasanya dimulai dengan satu gagasan penting: teori. Teori (theory) adalah gagasan yang luas atau sekumpulan gagasan yang berkait erat yang berupaya menjelaskan pengamatan tertentu. Teori-teori berupaya menjelaskan mengapa hal-hal tertentu terjadi, dan mereka dapat digunakan untuk meramalkan pengamatan di masa yang akan datang.



MATERI II
HUBUNGAN PSIKOLOGI DENGAN ILMU YANG LAINYA

A.    Hubungan Psikologi dengan Ilmu yang lainnya
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari kedaan manusia, sudah barang tentumempunyai hubungan dengan ilmu-ilmu yang lain, yang sama-sam mempelajari tenteng kedaan manusia. Hal ini akan membuat gambaran bahawa manusia sebagai makhluk hidup tidak hanya di pelajari oleh psikologi saja, tetapi juga di pelajari oleh ilmu-ilmu lain. Manusia sebagai makhluk buadaya maka akan mempunayi banyak hubungan dengan ilmu-ilmu kebudayaan, dengan filsafat, dengan antropologi, sosiologi, biologi dan lain-lain, diantaranya sebagai berikut :
a.       Hubungan Psikologi dengan Filsafat
b.      Hubungan Psikologi dengan Ilmu Pengetahuan Alam
c.       Hubungan Psikologi dengan Biologi
d.      HubunganPsikologidenganSosiologi
e.       HubunganPsikologidengan Agama
f.       HubunganPsikologidenganIlmuPolitik
g.      HubunganPsikologidenganIlmuKomunikasi
h.      HubunganPsikologidenganIlmuAntropologi
i.        HubunganPsikologidenganPedagogik