RANGKUMAN MATERI
“METODE
ILMIAH DALAM PSIKOLOGI DAN HUBUNGAN
PSIKOLOGI DENGAN ILMU YANG LAINYA”
Diajukan untuk
Memenuhi Tugas Mandiri
Mata
kuliah : Psikologi Umum
Dosen : Drs. H. Masdudi, M.Pd
Disusun Oleh :
MOHAMAD JAMALUDIN (1708101170)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2017
MATERI
I
METODE ILMIAH DALAM
PSIKOLOGI
A. Pendekatan Ilmiah
Pusat pendekatan ilmiah adalah empat
sikap : rasa ingin tahu, skeptis, objektivitas, dan kesediaan untuk berfikir
kritis. Bagi seorang ilmuan, yang pertama dan terpenting adalah rasa
keingintahuan (curious).
Para ilmuan juga seorang
skeptis (skeptical). Orang-orang yang
skeptis meragukan hal-hal yang orang lain terima apa adanya. Mereka
bertanya-tanya apakah fakta benar-benar akurat. Ada kalanya “setiap orang tahu”
bahwa wanita lebih inferior secara moral dibandingkan pria, bahwa ras dapat
memengaruhi IQ seseorang, dan bahwa bumi datar. Seorang ilmuan melihat pada
berbagai dugaan dalam cara yang baru dan meragukan hal tersebut.
Ilmu pengetahuan juga berarti menjadi
objektif (objektive). Para ilmuan
meyakini bahwa salah satu cara terbaik untuk menjadi objektif adalah melakukan
penelitian (Martin, 2008; Mc Burney & White, 2007). Para ilmuan menggunakan
metode empiris untuk mempelajari dunia. Metode empiris berarti bahwa bagi
ilmuan pengetahuan dari pengamatan berbagai peristiwa dan penalaran logis.
Menjadi objektif berarti berupaya untuk melihat hal-hal seperti apa adanya,
tidak hanya seperti yang kita inginkan.
Terakhir, ilmu pengetahuan melibatkan berpikir dengan kritis. Berpikir dengan
kritis terdiri atas berpikir secara reflektif, berpikir secara produktif, dan
mengevaluasi bukti. Para pemikir yang kritis mempertanyakan dan menguji apa
yang dikatakan orang-orang mengenai fakta. Mereka menguji penelitian untuk
melihat bagaimana sebuah gagasan benar-benar mendukung (Stanovich, 2007).
B. Lima Langkah dalam Metode ilmiah
Salah satu ciri pendekatan ilmiah pada
psikologi adalah melibatkan pengadopsian metode ilmiah dalam mempelajari
pokok-pokok bahasan dalam bidang ini (Neuman, 2007). Sebenarnya, kebanyakan
penelitian yang diterbitkan psikolog dalam jurnal penelitian mengikuti metode
ilmiah yang diragumkan dalam kelima langkah berikut ini :
1. Mengamati sejumlah gejala.
2. Merumuskan hipotesis dan dugaan.
3. Menguji melalui penelitian empiris.
4. Menarik kesimpulan.
5. Mengevaluasi kesimpulan.
Metode ilmiah biasanya dimulai
dengan satu gagasan penting: teori. Teori (theory)
adalah gagasan yang luas atau sekumpulan gagasan yang berkait erat yang
berupaya menjelaskan pengamatan tertentu. Teori-teori berupaya menjelaskan mengapa
hal-hal tertentu terjadi, dan mereka dapat digunakan untuk meramalkan
pengamatan di masa yang akan datang.
MATERI
II
HUBUNGAN
PSIKOLOGI DENGAN ILMU YANG LAINYA
A. Hubungan Psikologi dengan Ilmu yang
lainnya
Psikologi sebagai ilmu yang
mempelajari kedaan manusia, sudah barang tentumempunyai hubungan dengan
ilmu-ilmu yang lain, yang sama-sam mempelajari tenteng kedaan manusia. Hal ini
akan membuat gambaran bahawa manusia sebagai makhluk hidup tidak hanya di
pelajari oleh psikologi saja, tetapi juga di pelajari oleh ilmu-ilmu lain.
Manusia sebagai makhluk buadaya maka akan mempunayi banyak hubungan dengan
ilmu-ilmu kebudayaan, dengan filsafat, dengan antropologi, sosiologi, biologi
dan lain-lain, diantaranya sebagai berikut :
a. Hubungan Psikologi dengan Filsafat
b. Hubungan Psikologi dengan Ilmu
Pengetahuan Alam
c. Hubungan Psikologi dengan Biologi
d. HubunganPsikologidenganSosiologi
e. HubunganPsikologidengan Agama
f. HubunganPsikologidenganIlmuPolitik
g. HubunganPsikologidenganIlmuKomunikasi
h. HubunganPsikologidenganIlmuAntropologi
i.
HubunganPsikologidenganPedagogik
