Sabtu, 03 Februari 2018

MAKALAH DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN PERAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH

MAKALAH
DASAR-DASAR KEPENDIDIKAN
Disusun sebagai salah satu Tugas Mandiri Mata Kuliah Dasar-dasar Kependidikan
PERAN FUNGSI KEPALA SEKOLAH
DosenPengampu: Patimah M.Ag



 




Disusunoleh :

   Mohamad Jamaludin   (1708101170)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEMESTER 1 KELAS PAI-A
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SYEKH NURJATI CIREBON
2017


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kepemimpinan merupakan suaatu hal yang sangat penting dalam manajemen berbasis sekolah.  Kepemimpinan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam meningkatkan kesempatan untuk mengadakan pertemuan secara efektif dengan para guru dalam situasi yang kondusif. Perilaku kepala sekolah harus dapat mendorong kinerja para guru dengan menunjukkan rasa bersahabat, dekat, dan penuh pertimbangan terhadap para guru, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Perilaku instrumental merupakan tugas-tugas yang diorientasikan dan secara langsung diklarifikasi dalm peranan dan tugas-tugas para guru, sebagai individu dan sebagai kelompok. Perilaku pemimpin yang posistif dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotivasi individu untuk beerja sama dalam kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi.
B.     Rumusan Masalah
a.       Bagaimana peran dan fungsi kepala sekolah yang sukses
b.      Bagaimana peran dan konsep kepemimpinan kepala sekolah
c.       Bagaimana peran kepemimpian kepala sekolah yang efektif
d.      Bagaimana peran dan fungsi kepala sekolah yang profesional
C.     Tujuan Masalah
a.       Untuk mengetahui peran dan fungsi kepala sekolah yang sukses
b.      Untuk mengetahui peran dan konsep kepemimpinan kepala sekolah
c.       Untuk mengetahuiperan kepemimpian kepala sekolah yang efektif
d.      Untuk mengetahui peran dan fungsi kepala sekolah yang profesional



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Peran Fungsi Kepala Sekolah/Madrasah yang Sukses
1.      Pengertian Kepala Sekolah/Madrasah
Kepala sekolah adalah yang terdiri dari dua kata yaitu “kepala”dan “sekolah”. Kata kepala dapat diartikan “ketua” atau “pemimpin” dalam suatu oraganisasi atau sebuah lembaga. Sedangkan “sekolah” adalah sebuah lembaga di mana menjadi tempat atau wadah menerima dan memberi pelajaran.
Dengan demikian secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai “seorang tenaga fungsional guru yang diberikan tugas untuk memipin suatu lembaga sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberikan pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.[1]
Esensi kepala sekolah adalah kepemimpinan pengajaran. Seorang kepala  sekolah yang benar-benar seorang pemimpin, seorang inovator. Oleh kerena itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah signitifkan sebagai kunci keberhasilan sekolah.  Selain itu, pengetahuan tentang teori kepemimpinan merupakan bantuan yang besar di dalam meningkatkan efektivitas lembaga sekolah.
2.      Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah/Madrasah
Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan kepala sekolah (pemimpin) dalam mempengaruhi para pengikutnya. Menurut Thoha (2000) gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat. Dalam hal ini usaha menselaraskan persepsi di antara orang yang akan mempengaruhi perilaku dengan yang akan di pengaruhi menjadi amat pentingkedudukannya.
Gaya kepemimpinan merupakan sutau pola perilaku seorang pemimpin yang khas pada saat mempengaruhi anak buahnya, apa yang di pilih oleh kepala sekolah (pemimpin) untuk dikerjakan, cara pemimpin bertindak dalam mempengaruhi anggota kelompok membentuk gaya kepemimpinannya. Secara teoretis telah banyak dikenal gaya kepemimpinan, namun gaya mana yang terbaik tidak mudah untuk dapat dikaji dari tiga pendekatan utama, yaitu :
a.       Pendekatan Sifat
b.      Pendekatan Perilaku
c.       Pendekatan Situasional [2]
3.      Kunci Sukses Kepala Sekolah/Madrasah
Untuk menjadi kepala sekolah (pemimpin) yang profesional yang dituntut mampu menjawab tantangan zaman, kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya dibatasi oleh kegiatan formal dan rutinitas. Tetapi, kepala sekolah dituntut untuk bisa menjadi:
a.       Kepala Sekolah Sebagai Inovator
Dalam Kamus Ilmiah Populer Bahasa Indonesia, Inovator adalah orang-orang yang mendatangkan hal-hal atau ide-ide pokok metode pembaharuan, perintis gagasan ide baru. Kepala sekolah (pemimpin) sebagai inovator akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, delegatif, kreatif dan objektif, keteladanan, disiplin, berani dan fleksibel.[3]
Kepala sekolah (pemimpin) sebagai inovator harus mampu mencari, menemukan dan melaksanakan berbagai pembaharuan di sekolah. Gagasan baru tersebut misalnya moving class.
Moving class adalah mengubah strategi pembelajaran dari pola kelas tetap menjadi bidang studi., sehingga setiap bidang studi memiliki kelas tersendiri, yang dilengkapi dengan alat peraga dan alat-alat yang lainnya. Moving class ini bisa dipadukan dengan pembelajaran terpadu, sehingga dalam satu laboratorium bidang studi dapat dijaga oleh beberapa orang guru (fasilitator), yang bertugas memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam belajar.[4]
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah mengajarkan ke lembaga pendidikan untuk lebih mandiri dalam mengelolah semua yang ada di sistem sekolah. Untuk itu kepala sekolah harus mampu dan memiliki inovasi, ide gagasan baru dalam kaitannya memajukan dan mengembangkan sekolah. Sebab apa pun bentuk sekolahnya semua kemajuan dan kemunduran akan ada di keputusan bijak dari seorang kepala sekolah (pemimpin).
b.      Kepala Sekolah Sebagai Motivator
Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau menggerakkan. Kata motivasi yang sering diartikan dalam bentuk kata kerja menjadi rangsangan, dorongan yang menyebabkan sesuatu terjadi, baik yang berasal dari dalam mau pun berasal dari luar diri seseorang atau lingkungannya. Manusia terdorong bergerak untuk mencapai suatu tujuan hanya jika mereka merasa hal itu merupakan bagian dari tujuan pribadi atau organisasinya.[5]
Sebagai motivator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik, pengaturan suasana kerja, disiplin, berani dan penyediaan berbagai sumber belajar melalui Pusat Sumber Belajar (PSB).
c.       Kepala Sekolah Sebagai Leader
Menurut kamus Ilmiah Populer edisi lengkap leader adalah pemimpin, penunjuk jalan dan juga di sebutkan seorang yang ahli. Kepemimpinan dapat di rumuskan sebagai suatu kepribadian seseorang yang mendatangkan keinginan pada kelompok untuk orang-orang untuk mencontohnya atau mengikutinya, atau yag memancarkan suatu pengaruh tertentu, suatu kekuatan atau wibawa, yang demikian rupa sehingga membuat sekelompok orang-orang mau melakukan apa yang dia hendaki.[6]
Whajosumijo (2000: 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah (pemimpin) sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan pengetahuan profesional, serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.
Kepribadian kepala sekolah (pemimpin) sebagai leader akan tercemin dalam sifat-sifat sebagai berikut, yaitu :
1.      Jujur
2.      Percaya diri
3.      Tanggung jawab
4.      Berjiwa sabar
5.      Emosi yang stabil
6.      Berani mengambil resiko
7.      Disiplin, berani dan setia
8.      Bertanggung jawab dan dapat dipercaya
9.      Rajin, terampil dan gembira
10.  Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
B.     Peran dan Fungsi Konsep Kepemimpinan Kepala sekolah/Madrasah
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam sebuah organisasi, baik buruknya organisasi sering kali sebagian besar tergantung pada faktor pemimpin. Berbagai riset juga telah membuktikan bahwa faktor pemimpin memegang peranan yang sangat penting dalam mengembangkan oranagisai atau sebuah lembaga. Secara definisi, kepemimpinann memiliki berbagai perbedaan pada berbagai hal, namun demikian yang pasti ada dari definisi kepemimpinann adalah adanya suatu proses dalam kepemimpinann untuk memberikan pengaruh secara sosisal kepada orang lain, sehingga orang lain tersebut menjalankan suatu proses sebagaimana yang diinginkan oleh pemimpin.
Dari berbagai teori tersebut terlihat bahwa pemimpin harus mampu memberikan pengaruh kepada orang lain. Proses pelaksanaan kegiatan mempengaruhi yang berbeda-beda, inilah yang kemudian menghasilkan tingkatan-tingkatan dalam kepemimpinan. Kasali (2007), dengan mengutip Maxwell mengemukakan ada beberapa tahap kepemimpinan yang meliputi :
1.      Level satu        : pemimpin karena hal-hal yang bersifat legalitas semisal menjadi pemimpin karena Surat Keputusan (SK).
2.      Level dua        : pemimpin yang memimpin dengan kecintaannya, pemimpin pada level ini sudah memimpin orang bukan memimpin pekerjaan.
3.     Level tiga        : pemimpin yang memilki daya terik yang luar biasa, pemimpin pada level ini orang-orang ingin mengikutinya bukan hanya karena apa yang telah diberikan pemimpin secara personal, akan tetapi juga karena nilai-nilai dan simbol-simbol yang melekat pada diri orang tersebut.[7]
Agar seorang kepala sekolah/Madrasah mampu bergerak dari pemimpin level 1 menuju pemimpin level di atasnya, sampai dengan pemimpin level 3 dibutuhkan empat unsur, yaitu:
a.       Visi (vision)
b.      Keberanian (courageness)
c.       Realita (reality)
d.      Etika (ethis)
Unsur pertama yang harus dimiliki kepela sekolah/madrasah untuk mampu menjadi pemimpin yang besar adalah memiliki visi. Untuk dapat memiliki visi yang baik, seorang kepala sekolah/madrasah harus memiliki pikiran yang terbuka, sehingga pengalaman-pengalaman tersebut akan memperkaya perspektif pandangan kepala sekolah/madrasah tersebut terhadap sesuatu.
Unsur kedua adalah keberanian. Dengan keberanian, pemimpin akan dengan sukarela mengambil berbagai inisiatif untuk mencari terobosan baru yang kadang kala penuh resiko. Dengan pancaran keberanian dan dedikasinya terhadap pekerjaan tersebut kepala sekolah akan mampu memberikan motivasi kepada pengikutnya atau memberikan teladan dan arah yang jelas.
Unsur ketiga adalah kemampuan untuk bekerja dalam alam yang realistis. Berkaitan dengan proses, kepala sekolah harus mampu membuat sitem yang mampu mengalirkan berbagai fakta yang ada kepadanya, sehingga berbagai keputusan yang dibuat benar-benar menyelesaikan masalah berkaitan dengan pengembangan, maka pengembangan tersebut bersifat prioritas dan strategis.
Unsur keempat yang harus dimiliki kepala sekolah untuk mampu menjadi pemimpin yang sekedar pemimpin legalitas adalah memiliki kepedulian dan sensitivitas yang tinggi terhadap manusia. Kepala sekolah bekerja dengan mendasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan yang luhur, menananmkannya dan menghukumnya bagi mereka yang melanggar nilai-nilai tersebut.
Esensi yang hampir sama gengan menggunakan tinjauan yang berbeda dikemukakan oleh Agustina (2007) berkaitan dengan kepemimpinan yang unggul. Ginanjar, membagi lima level kepemimpinan yang saling berututan, yaitu:
1.      Pemimpin yang dicintai
2.      Pemimpin yang dipercaya
3.      Pemimpin yang membimbing
4.      Pemimpin yang berkepribadian
5.      Pemimpin yang abadi
6.      Pemimpin yang jujur
7.      Pemimpin yang adil
8.      Pemimpin yang berani
9.      Pemimpin yang berdedikasi
10.  Pemimpin yang mengayomi
11.  Pemimpin yang bertanggung jawab

C.     Peran dan Fungsi Kepala Sekolah dalam Menyukseskan Pendidikan
Kepala sekolah adalah pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh dan menentukan kemajuan sekolah. Secara sederhana kepemimpinan kepaala sekolah dapat diartikan sebagai cara atau usaha kepala sekolah dalam mempengaruhi, mendorong, membimbing dan mengerakkan guru, staf, peserta didik, orang tua peserta didik, dewan pendidik dan pihak yang terkait, untuk mencapai pendidikan yang baik.
Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong perwujudan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan seccaaraa terencana dan bertahap. Untuk itu, kepala sekolah di tuntut untuk memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan prakasa implementasi pendidikaan yang baik untuk meningkatkan mutu sekolah.
Kepala sekolah juga harus mampu mengelola waktu secara efesien, agar dapat dijadikan modal dasar implementasi pendidikan yang baik. Kepala  sekolah yang mampu memimpin guru, staf administrasi, dan peserta didik untuk menggunakan waktu secara efesien, dapat menangkis keluhan bahwa alokasi waktu pelajaran sangat kurang. Sehubungan dengan itu, terdapat tiga prinsipmanajemen waktu yang perlu diperhatikan dalam implementasi pendidikan yang baik, yaitu:
a.       Waktu berjalan terus dan tidak pernah kembali, baik dimanfaatkan atau tidak. Apa bila tidak dimanfaatkan dengan baik maka waktu akan hilang tanpa arti, dan tidak bergayagunakan secara produktif. Oleh karena itu, waktu  yang tersedia harus dimanfaatkan secara produktif dan efesien, untuk mencapai tujuan.
b.      Secara keseluruhan, waktu di sekolah hendaknya dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain yang menunjang pembelajaran.
c.       Perlu menyusun rencana penggunaan waktu dengan baik, agar dapat menghindari adanya waktu yang kosong dan hilang tanpa makna, demikian halnya jangan sampai ada waktu yang diisi dengan kegiatan yang terlalu padaat karena dapat menimbulkan stres.

Selain itu, kepala sekolah harus mampu memobilisasi sumber daya sekolah, dalam kaitannya dengan perencanaan dan evaluasi pendidikan yang baik, pengembangaan kurikulum, pembelajaran, pengelolaan ketenagaan, sarana dan sumber belajar, keuangan, pelayanan peserta didik, hubungan sekolah dengan masyarakat, dan penciptaan iklim sekolah.[8]
D.    Peran dan Fungsi Kepemimpinan Kepala Sekolah ysang Efektif
Kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebjakan sekolah, yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujaun sekolah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Sehubungan dengan MBS, kepala sekolah di tuntut untuk senantiasa meningkatkan efektifitas kinerja.
Kinerja kepemimpinan kepaala sekoalh dalam kaitannya dengan MBS adalah segala upaya yang dilakukan da hasl yang dapat dicapai oleh kepal sekolah dalam mengimplementasikan MBS di sekolahnya untuk mewujudkan tujuan pendidikan secara efektif daan efesien. Sehubungan dengan itu, kepemimpian sekolah yang efektif dalam MBS dapat dilihat berdasarkan kriteria berikut:
1.      Mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar dan produktif.
2.      Dapat menyelsaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
3.      Mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat
4.      Berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah.
5.      Berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.[9]

E.     Peran dan Fungsi Kepala Sekolah yang Profesional
Kepala sekolah di tuntut untuk senantiasa berusaha membina dan mengembangkan hubungan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat guna mewujudkan sekolah yang efektif dan efesien. Hubungan yang harmonis ini akan membentuk beberpa hal, diantaranya:
a.       Saling pengertian antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan lembaga-lembaga lain yang ada di masyarakat, termasuk dunia kerja.
b.      Saling membantu antara sekolah dan masyarakat kerena mengetahui manfaat, arti dan pentingnya peranan masing-masing.
c.       Saling kerja sama yang erat  antara sekolah dengan berbagai pihak yang ada di masyarakat dan mereka merasa ikut bertanggung jawab atas suksesnya pendidikan di sekolah.
d.      Saling menjalin hubugan yang baik antar warga sekolah dengan masayarakat yang diluar, khususnya yang berada di  sekitar lingkungan sekolah.
Kepala sekolah profesional tidak saja dituntut untuk melaksanakan berbagai tugasnya disekolah, tetapi  ia juga harus mampu menjalin hubungan kerja sama degan masyarakat dalam rangka membina pribadi peseta didik secara optimal. Kerja sama ini sangat penting karena banyak persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh secara sepihak, atau sering terjadi kesalah pahaman, perbedaan persepsi antara pihak sekolahh dengan masyarakat.
Dalam hal ini kepaala sekolah harus mampu mencari jalan ke luar untuk mencairkan hubungan sekolah dengan masyarakat yang selama ini terjadi, agar masyarkat khususnya orang tua peserta didik bisa mengerti, memahami dan maklum dengan ide-ide serta visi yang sedang berkembang di sekolah.

Di sisnilah pentingnya kepala sekolah profesional tampil sebagai figur yang harus mampu memimpin tenaga kerja kependidikan di sekolah, agar bisa bekerja sama dengan orang tua dan masyarakat pada umumnya. Karena itulah, kepala sekolah di tuntut untuk mampu menciptakan iklim yang kondusif demi lahirnya partisipasi dan kolaborasi masyarakat secara profesional, transparan dan demokratis.[10]
F.      Peran dan Upaya Kepala Sekolah dalam meningkatkan Mutu Pendidikan
Upaya adalah usaha yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan berupa pelayanan pada pelanggan, dalam bidang pendidikan, pelayanan pendidikan berarti ssemua perangkat sekolah dari kepala sekolah, guru, karyawan, dan tenaga kebersihan serta keamanan harus benar-benar memiliki kultur pelayanan yang terbaik kepada siswa dan orang tua siswa sehingga mereka puas, tidak hanya diakhir setelah putra atau putrinya lulus, tapi sejak awal mereka masuk kehalaman sekolah mereka merasa aman, nyaman, terlindungi, dihargai, dan terlayani oleh perangkat sekolah.
Usaha kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan melakukan dari berbagai bidang, yaitu:
1.      Dalam bidang kurikulum kepala sekolah memberi tugas tanggung jawab kepada wakil kepala sekolah di bidang kurikulum untuk:
a.       Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan
b.      Menyusun pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
c.       Mengatur program pengajaran
d.      Mengatur pelaksanaan program penilaian
e.       Mengatur mutasi siswa
f.       Mengatur jalannya pembelajaran
g.      Mengawasi kegiatan belajar mengajar
h.      Bekerja sama dengan tata usaha bagian pendidikan dan pengajaran.
2.      Upaya yang dilakukan kepala sekolah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
3.      Dengan cara maningkatkan prestasi siswa, memberikan bimbingan belajar kepada anak didik dan mendisiplinkan anak didik.[11]

G.    Peran dan Fungsi Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Lembaga Pendidikan Islam
Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan, atau lebih konkretnya sebagai pemimpin lembaga pendidikan, apa pun itu jenisnya atau coraknya. Sebab, mereka membawahi atau mengendalikan orang banyak sebagai bawahan yang secara struktural mau pun tradisional mengikuti langkah-langkah pemimpinnya dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi.
Kepala sekolah yang memiliki kewenangan mengendalikan lembaga pendidikan Islam dan menentukan arah atau strategi pengelolaan serta pengembangan lembaga tersebut.[12] Dalam pelaksanan pendidikan, pihak lain memang terlibat, tetapi kewanagan paling besar berada di tangan kepala sekolah mengingat kapasitas mereka sebagai pemimpin.
Oleh karena itu, posisi kepala sekolah merupakan penentu masa depan sekolah. Mulyasa mengatakan “Kegagalan dan keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepala sekolah, karena mereka merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh sekolah menuju tujuannya”.[13] Sekolah yang efektif, bermutu dan favorit tidak lepas dari peranan kepala sekolahnya. Pada umumnya, sekolah tersebut dipimpin oleh kepala sekolah yang efektif. Studi keberhasilan menunjukan bahwa kepala sekolah adalah seseorang yang menetukan titik pusat dan irama suatu sekolah.
Posisi sebagai penentu ini menyebabkan perhatian para tenaga kerja pendidikan begitu tercurah besar pada suksesi kepemimpinan yang berlangsung di suatu lembaga. Hal ini karena mereka mengharapkan sejumlah perubahan positif konstruktif atau kemajuan serta pengembangan yang dapat diperankan oleh kepala sekolah, sehingga prospek lembaga pendidikannya lebih terjamin.
Peranan strategis bagi kepala sekolah ini, menimbulkan dua kemungkinan bagi sekolah (lembaga pendidikan). Bila figur kepala sekolah benar-benar profesional, maka dapat menghasilkan berbagai keuntungan bagi lembaga pendidikan, seperti diantaranya:
a.       Stabilitas
b.      Kemajuan
c.       Pengembangan
d.      Citra baik
e.       Respon positif dari masyarakat
f.       Pengahargaan dari negara
g.      Peningkatan prestasi
h.      Peningkatan mutu
Bila figur kepala sekolah tidak profesional, mak justru menjadi musibah bagi lembaga pendidikan yang akan mendatangkan berbagai kerugian. Misalnya:
a.       Kemorosotan kualitas
b.      Penurunan prestasi
c.       Penurunan mutu
d.      Cintra buruk
e.       Respon negatif dari masyarakat
f.       Kondisi labil
g.      Konflik yang tidak sehat
h.      Fenomena yang kontra produktif
Peran kepala sekolah adalah menjadi agen utama perubahan mendorong dan mengelola agar semua pihak yang terkait menjadi termotivasi dan berupaya aktif dalam perubahan tersebut. Kepala sekolah harus memahami dan mengembangkan ketrampilan dalam melaksanakan perubahan, apabila mereka menginginkan sekolahnya menjadi lebih baik dan efektif. Sebagai pemimpin pendidikan yang profesional, kepala sekolah dituntut untuk selalu mengadakan perubahan. Mereka harus memiliki semangat yang berkesinambungan untuk mencari terobosan-terobosan baru demi menghasilkan sesuatu perubahan yang bersifat pengembangaan dan penyempurnaan, dari kondisi yang memperhatinkan menjadi kondisi yang lebih dinamis, baik dari segi fisik maupun akademik, seperti diantaranya:
a.       Perubahan semangat keilmuan
b.      Atmosfer belajar
c.       Peningkatan strategi pembelajaran
Di samping itu, kepala sekolah harus berusaha keras menggerakan para bawahannya untuk berubah, setidaknya mendukung perubahan yang dirintis kepala sekolah secara proaktif, dinamis, bahkan progresif.[14]



BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong perwujudan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Untuk itu, kepala sekolah di tuntut untuk memiliki kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang tangguh agar mampu mengambil keputusan dan prakasa implementasi pendidikaan yang baik untuk meningkatkan mutu sekolah.
Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan, atau lebih konkretnya sebagai pemimpin lembaga pendidikan, apa pun itu jenisnya atau coraknya. Sebab, mereka membawahi atau mengendalikan orang banyak sebagai bawahan yang secara struktural mau pun tradisional mengikuti langkah-langkah pemimpinnya dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan.
Peran kepala sekolah adalah menjadi agen utama perubahan mendorong dan mengelola agar semua pihak yang terkait menjadi termotivasi dan berupaya aktif dalam perubahan tersebut. Kepala sekolah harus memahami dan mengembangkan ketrampilan dalam melaksanakan perubahan, apabila mereka menginginkan sekolahnya menjadi lebih baik dan efektif.




DAFTAR PUSTAKA
Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Terkait dan Permasalahannya,(Jakarta:PT.Rajagrafindo Persada,2010),halaman.83

E. Mulyasa, M.pd, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA, 2011) halaman 108-112
 
E.Mulyasa Menjadi kepala Sekolah Profesional dalam Kontek menyukseskan MBS dan KBK (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2007) halaman 118

E.Mulyasa Menjadi kepala Sekolah Profesional dalam Kontek menyukseskan MBS dan KBK (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2007) halaman 119

Sudarwan Danim dan Suparno, Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolahan Visi dan Strategi Era Teknologi, Situasi Krisis, dan Internasionalisasi Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009), halaman 30
M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004). Halaman 26

Muhaimin, Sutiah dan Sugeng Listyo Prabowo, Manajemen Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group, 2010) halaman 29-32

E Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014) halaman 67-71

E Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: PT Remaj Rosdakarya, 2009) halaman 126

E Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profeional (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009) halaman 187-188

Hikmat, ManajemenPendidikan, (Bandung: PT Pustaka Setia, 2009)

Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2004)

Mulyasa, E., Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam Kontek Menyukseskan MBS dan KBK, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007)



[1]Wahjosumidjo, Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Terkait dan Permasalahannya,(Jakarta:PT.Rajagrafindo Persada,2010),halaman.83
[2]Dr. E. Mulyasa, M.pd, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: PT REMAJA ROSDAKARYA, 2011) halaman 108-112 
[3]E.MulyasaMenjadi kepala Sekolah Profesional dalam Kontek menyukseskan MBS dan KBK (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2007) halaman 118
[4]E.Mulyasa Menjadi kepala Sekolah Profesional dalam Kontek menyukseskan MBS dan KBK (Bandung:PT Remaja Rosdakarya, 2007) halaman 119
[5]Sudarwan Danim dan Suparno, Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolahan Visi dan Strategi Era Teknologi, Situasi Krisis, dan Internasionalisasi Pendidikan (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009), halaman 30
[6]M. Ngalim Purwanto, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004). Halaman 26
[7]Muhaimin, Sutiah dan Sugeng Listyo Prabowo, Manajemen Pendidikan (Jakarta: Prenada Media Group, 2010) halaman 29-32
[8]E Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014) halaman 67-71
[9]E Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah (Bandung: PT Remaj Rosdakarya, 2009) halaman 126
[10]E Mulyasa, Menjadi Kepala Sekolah Profeional (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009) halaman 187-188
[11]Hikmat, ManajemenPendidikan, (Bandung: PT Pustaka Setia, 2009)
[12]Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2004)
[13]Mulyasa, E., Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam Kontek Menyukseskan MBS dan KBK, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007)
[14]Mujamil Qomar, Manajemen Pendidikan Islam, (Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama, 2009)