⁷MAKALAH
MEMBELI USAHA YANG SUDAH BERJALAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Enterpreneurship Pendidikan
Dosen Pengampu : H. Agung, M. Ag
Disusun
Oleh:
Kelompok 8
Fahrur Raji (1708101020)
Mohamad Jamaludin (1708101170)
Siti Maftukhaul. K (1708101184)
PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM/VA (PAI/VIA)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
TAHUN 2020
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong kami
dalam menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan, tanpa pertolongan Allah
SWT mungkin tidak akan sanggup menyelesaikan dengan lancar dan baik walaupun
bentuk dan isinya sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
dan dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi para
pembaca.
Makalah ini disusun dalam rangka melaksanakan tugas
dari dosen kami Bapak H. Agung, M. Ag.selaku
dosen pengampu mata kuliah Enterpreuner Pendidikan. Harapan kami semoga makalah
ini membantu menambahkan pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca, sehingga
kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi dari makalah ini sehingga kedepannya
lebih baik.Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman kami
yang sangat kurang banyak.Oleh karena itu diharapkan para pembaca yang budiman
untuk memberikan masukan-masukanyang bersifat membangun untuk kesempurnaan
makalah ini.
Cirebon, April 2020
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Hidup adalah pilihan,
demikian juga profesi. Memilih profesi yang akan kita dimasa depan (bahkan
sekarang) tentu membutuhkan berbagai pertimbangan dari beragam alternatif
solusi. Pada umumnya, lingkungan pendidikan dan orang tua selalu mengarahkan
kita untuk menjadi pegawai mapan dan berpenghasilan tetap setelah menamatkan
pendidikan.Tidak ada yang salah dengan fenomena demikian.Namun, pilihan menjadi
pegawai berkosekuensi tidak memiliki “kebebasan” dalam bekerja maupun penghasilan.Keinginan
untuk untuk memiliki kebebsan inilah yang memacu seseoraang untuk memilih
profesi wirausaha.Kebebasan finansial, kemerdekaan dalam bekerja, dan
keleluasaan mengelola waktu adalah segelintir keuntungan yang melekat pada diri
wirausaha.
Pada masa sekarang
seorang wirausaha dapat dikatakann pahlawan ekonomi.Wirausaha mampu mengikis
kemiskinan dan pengganguran yang menjadi masalah krusial di negeri kita. Dengan
kemampuannya melihat peluang bisnis, seorang wirausaha mampu mengubah sumber
daya yang tidak dilirik dan diperhitungkan orang lain menjadi sesuatu yang
bernilai ekonomis bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitar.
Dilaporkan dari sumber
CNN Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha menurut hasil
sementara pendaftaran usaha Sensus Ekonomi (SE) 2016 sebanyak 26,7 juta
wirausahawan non-pertanian atau naik sekitar 17,6 persen atau sekitar 4
juta orang dari hasil SE 2006 sebesar 22,7 juta wirausahawan
Suryamin. Kepala BPS memastikan, peningkatan jumlah usaha terjadi karena adanya
dinamika perkembangan dunia usaha selama satu dekade terakhir, terutama di luar
Pulau Jawa karena memiliki percepatan pertumbuhan usaha yang signifikan.
Terlepas dari pembagian
daerah-daerah yang mengalami peningkatan bisnis yang tinggi diatas, tetap hasil
survei di atas menunjukkan bahwa peluang bisnis ini sangat lebar, masyarakat
mulai tumbuh jiwa wirausahanya dibuktikan dengan peningkatan jumlah wirausaha
diatas.Dan dari survei bank dunia mengenai laju pertumbuhan penduduk Indonesia
bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah 256.603.197 jiwa. Dan jumlah tersebut
baru sekitar 26.700.000 jiwa yang menjadi wirausahawan (dari Sumber CNN
Indonesia ) atau sekitar 10% dari total penduduk, ini peluang yang sangat
besar artinya masih ada 90 % penduduk Indonesia yang harus terlayani.
Sebuah langkah besar
untuk terjun memulai suatu bisnis, pada umumnya seseorang bingung mau bisnis
apa, atau bisnisnya dimulai dari mana. Untuk itu makalah ini menciba memberi
gambaran mengenai memulai suatu bisnis dengan cara merintis bisnis dari awal (artinya
memang dari nol) atau membeli suatu bisnis yang sudah ada (memulai
dengan bisnis yang sudah ada).
Oleh
karena itu, penulis akan memaparkan tentang membeli suatu bisnis/usaha yang
sudah berjalan.
B.
Rumusan Masalah
a.
Apa Pengertian Enterpreneurship ?
b.
Apa
Pengertian Buying (membeli perusahaan yang sudah didirikan) dan Alasannya?
c.
Apa
Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil ?
d. Bagaimana
Menganalisis Kesempatan Suatu Bisnis ?
e. Apa
Keuntungan dan Kerugian dari Membeli usaha yang sudah ada?
C. Tujuan
a.
Untuk Memahami Pengertian Enterpreneurship
b.
Untuk
Memahami Pengertian Buying (membeli perusahaan yang sudah didirikan) dan
Alasannya
c.
Untuk
Memahami Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil
d.
Untuk
Mengetahui Bagaimana
Menganalisis Kesempatan Suatu Bisnis
f. Untuk
Mengetahui Keuntungan dan Kerugian dari Membeli usaha yang sudah ada?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata dasar Wirausaha.Wirausaha
dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha.Wira, berarti pejuang,
pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak
agung.Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Sedangkan pengertian
Kewirausahaan (Enterpreneurship) atau wirausaha adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa
ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil
akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada
kondisi resikoatau ketidakpastian.
Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang
mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi
tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin
dihadapinya.
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk melihat dan
menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang
dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang
tepat guna memastikan sukses.Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai
tambah dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.
Menurut Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarbrough
“Wirausahawan adalah orang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko
dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara
mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumber daya yang diperlukan untuk
mendirikannya.” Peter Drucker berkata bahwa wirausaha tidak mencari resiko ,
mereka mencari peluang.
Pengertian Wirausaha adalah seseorang yang
menjalankan kegiatan kewirausahaan atau seseorang yang memulai dan atau
mengoperasikan bisnis, (dalam hal ini adalah seorang pribadi yang mandiri dalam
mengejar prestasi, berani mengambil resiko untuk mulai mengelola bisnis demi
mendapatkan laba).
Objek Studi Kewirausahaan menurut Soeparman
Soemahamidjaya, kemampuan seseorang yang menjadi obyek kewirausahaan meliputi:
·
Kemampuan
merumuskan tujuan hidup/usaha
·
Kemampuan
memotivasi diri
·
Kemampuan
untuk berinisiatif
·
Kemampuan
untuk membentuk modal uang atau barang modal
·
Kemampuan
untuk mengatur waktu
·
Kemampuan
untuk belajar dari pengalaman
Kewirausahaan merupakan suatu usaha untuk
menciptakan dan mengembangkan usaha baru dengan mengelola sumber daya yang ada,
dengan menggunakan cara-cara yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan suatu
hasil yang memiliki nilai manfaat untuk membangun atau memperbaiki perekonomian
masyarakat.
Berwirausaha berarti melakukan aktifitas kerja keras,
dalam konsep islam kerja keras haruslah dilandasi dengan ima. Bekerja dengan
berlandaskan iman mengandung makna bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan
hidup dengan senantiasa megingat dan mengharap ridha Allah SWT dalam dinilai
sebagai ibadah.
B. Pengertian Buying (membeli perusahaan
yang sudah didirikan)
Buying (Membeli PerusahaanYang Sudah Didirikan)
adalah dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan
diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha
yang sudah ada.
Adapun alasan-alasan seseorang memilih membeli
perusahaan yang sudah ada dibandingkan merintis usaha baru, yakni:
- Resiko
lebih rendah
- Lebih
mudah
- Biaya
yang dikeluarkan untuk mengelola lebih rendah
Namun demikian, membeli perusahaan yang sudah ada
juga mengandung kerugian, yakni:
- Masalah
internal, contoh: banyaknya pesain dan ukuran peluang pasar.
- Masalah
eksternal, contoh masalah image atau reputasi perusahaan.
Ada empat hal kritis untuk menganalisi suatu
perusahaan yang akan dibeli, yakni:
- Alasan
pemilik menjual perusahaan
- Potensi
produk dan jasa yang dihasilkan
- Aspek
legal perusahaan
- Kondisi
keuangan perusahaan yang akan dijual
Adapun alasan-alasan seseorang memilih menjual
perusahaan yang sudah ada.Setidaknya terdapat berbagai alasan secara umum untuk
menjual suatu bisnis antara lain sebagai berikut:
·
Pemiliknya telah lanjut usia atau
sakit-sakitan, sedangkan anaknya bimbang untuk melanjutkan usahanya.
·
Bermaksud memindahkan di tempat yang
berbeda dalam satu negara atau beda propinsi atau kota besar lainnya.
·
Keputusan menerima suatu jabatan
atau posisi di perusahaan lain.
·
Bisnis sudah tidak menguntungkan
bagi pemiliknya.
·
Ingin menjual bisnis dengan pola
waralaba.
·
Kedewasaan industri dan ketiadaan
potensi pertumbuhan.
·
Generasi penerus atau anak-anaknya
menolak untuk melanjutkannya.
C. Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha
Kecil
Menurut Lambing (2000: 43), untuk pengembangan
perusahaan diperlukan dua keterampilan yaitu:
a. Keterampilan manajemen keuangan
Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap
fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi begaimana
memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut
(allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah
aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber
dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan
bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar
perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.
Manajemen keuangan sebagai aktivitas pemilik dan
manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan
menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan
laba. Aktivitas itu meliputi:
- Aktivitas
Pembiayaan (Financing Activity)
Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan
manajemen perusahaan untuk mencari sumber modal (sumber eksternal dan internal)
untuk membiayai kegiatan bisnis.
- Aktiva
Investasi (Investment activity)
Aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana
berdasarkan pemikiran hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang
sekecil-kecilnya. Aktivitas itu meliputi:a)
Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets), b)
Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri: investasi pada saham (stock) dan
Obligasi (Bond), c) Harta Tetap (real
Assets) yang terdiri dari: tanah, gedung, peralatan, d) Harta Tidak Berwujud (intangible assets)
terdiri dari: Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan, Hak Pengelolaan Tambang,
Goodwill.
- Aktivitas
Bisnis (Business Activity)
Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba
melalui efektivitas penjualan barang atau jasa efisiensi biaya yang akan
mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan Laba-Rugi, yang
terdiri dari unsur: a) Pendapatan (sales atau Revenue); b) Beban (Expenses);
c) Laba-Rugi (Profit-Loss)
- Aktivitas
Penganggaran Modal (Capital Budgeting Activity)
Penganggaran modal digunakan untuk melukiskan
tindakan perencanaan dan pembelanjaan
Pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk
memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik.
Penganggaran modal melibatkan suatu pengikat (penanaman) dana di masa sekarang
dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang.
Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana tersebut
dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko. Metode-metode
yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
a) Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan
rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi.Angka yang dipergunakan adalah
laba setelah pajak dibandingkan dengan total average invesment.Hasil yang
diperoleh dinyatakan dalam persentase.Angka ini kemudian diperbandingkan
tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan,
apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang disyaratkan proyek
ditolak.
b) Metode Payback
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi
bisa kembali.Karena itu satuan hasilnya bukan persentase, tapi satuan
waktu.Kalau priode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka
proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak.
c) Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang
investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional
maupun terminal cash flow) dimasa yang akan datang. Untuk menghitung nilai
sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang dianggap
relevan.Apa bila nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang
akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi, maka proyek ini
dikatakan menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil
(NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungkan.
d) Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan
nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersi
di masa-masa mendatang.Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tinkat
bunga relevan (tingkat keuntungan yang disyaratkan), maka investasi dikatakan
menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan.
e) Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai
sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang
investasi. Kalau Profitability Index (PI)-nya lebih besar daripada 1, maka
proyek dikatakan menguntungkan, tetapi kalau kurang dikatakan tidak
menguntungkan. Sebagaimana metode NPV, maka metode ini perlu menentukan
terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan.
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah
memaksimumkan nilai perusahaan.
- Keterampilan
manajemen personal
Seseorang bisa sukses menjadi seorang manajer bagi
bisnis maupun bidang kehidupannya, jika ia memiliki keterampilan dalam hal
manajemen personal. Kemampuan membangun team work yang bagus harus diikuti
dengan keterampilan dalam hal manajemen personal. Keterampilan manajemen
personal menempati level ketiga dalam piramida keterampilan manajemen. Ada dua
bidang yang harus di kuasai pada level ini yaitu manajemen diri dan manajemen
waktu.
1) Manajemen Diri
Jika dalam keterampilan manajemen tim anda
memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang terbaik dalam pekerjaannya,
apakah anda juga bisa melakukannya? pertanyaan yang patut diajukan bagi diri
anda untuk menjadi manajer yang baik. Kemampuan manajemen diri adalah kemampuan
untuk memotivasi diri agar dapat melakukan hal-hal terbaik dan menghasilkan
prestasi yang optimal. Selain terampil dalam melakukan hal-hal terbaik,
manajemen diri berfokus pad a pekerjaan yang penting bukan hanya pekerjaan
mendesak. Orang lebih sering mengerjakan sesuatu jika sudah mendesak meski
kurang penting, sehingga menyita hal-hal yang penting. Pada level ini seorang
manajer dituntut untuk bisa memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan penting demi
keberhasilan usaha.
2) Manajemen Waktu.
Jika anda memiliki target untuk keberhasilan sebuah
usaha, tentunya banyak hal yang perlu dilakukan. Dan terkadang itu membuat anda
kekurangan waktu untuk melakukannya.Karena itu penting bagi anda memiliki
keterampilan mengelola waktu.Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan,
membuat daftar pekerjaan yang penting untuk dilakukan membantu anda dalam
mengelola waktu dan menyelesaikan pekerjan-pekerjaan penting. Jangan
Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu,manusia sangat sulit untuk multi
tasking. Selesaikan satu pekerjaan dengan segera untuk selanjutnya mengerjakan
pekerjaan yang lain. Manajemen pertemuan, dalam tim anda tidak dapat dielakkan
dari meeting untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Aturlah pertemuan agar
berjalan baik dan menghasilkan banyak hal.Keterampilan manajemen personal
menuntut anda untuk memiliki kontrol terhadap diri anda sendiri dan bagaimana
anda mengalokasikan waktu yang ada untuk pekerjaan.(Galeriukm).
D. MENGANALISIS
KESEMPATAN SUATU BISNIS
Untuk menganalisis kesempatan suatu
bisnis, setidaknya terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Aset
dan kewajiban
Perlu diketahui daftar atau data
secara akurat tentang setiap aset (harta) dan semua kewajiban (liabilitas) yang
akan diambil alih. Keakuratan data tersebutjika memungkinkan harus dinyatakan
oleh akuntan publik yang bersertifikat. Buatlah kontrak jual beli secara final
tentang aset yang dibeli dan semua kewajiban yang akan diambil alih nantinya.
2. Piutang
usaha
Sebelum membeli suatu bisnis,
mintalah data umur piutang usaha dan jika mungkin, termasuk masalah penagihan
yang dihadapi perusahaan sebelumnya selama ini.Mintalah juga bukti mengenai
berapa persen bisnis itu mampu ditagih dalam kurun waktu tertentu dan apakah
piutang dapat tertagih sesuai nilai ekonomis.
3. Lokasi
usaha
Apakah letak atau lokasi usaha yang
akan dibeli cukup strategis menurut penilaian Anda. Jika tidak strategis, maka
berapa besar biayanya apabila bisnis tersebut kemungkinan akan dipindahkan ke
lokasi lain atau relokasi ke tempat yang lebih strategis terutama dari sudut
pasar, bahan baku, dan tenaga kerja.
4. Harga
beli
Ketahuilah harga beli bisnis yang
sesungguhnya dari bisnis itu. Dalam banyak kasus, ada beberapa pilihan harga
yang perlu dipertimbangkan, misalnya suatu usaha dibeli total secara tunai dan
berbagai pertimbangan antara lain berapa lama return of invesment-nya
atau pengembalian modalnya jika dibandingkan dengan jumlah uang yang sama
ditabung dalam bentuk deposito.
5. Kemampuan
ekonomi
Harus dilihat bagaimana kinerja
bisnis perusahaan yang akan dibeli sepanjang kurun waktu fluktuasi
ekonomiPersyaratan istimewa
6. Sertifikasi
Apakah laporan keuangan atas bisnis
yang akan dibeli disiapkan oleh seoran akuntan publik yang telah memiliki
sertifikat yang sah dan memilik reputasi yang dipersyaratkan.
7. Sejarah
penjualan
Dapatkah pihak penjual bisnis
menunjukkan kepada Anda bagaimana kinerja penjualan produk bulanan selama
paling tidak 2 tahun terakhir.Dapatkah kinerja penjualan perusahaan tersebut
diserahkan kepada akuntan bisnis Anda.Apakah kinerja penjualan tumbuh pesat
secara beangsur-angsur.
8. Pangsa pasar
Apakah pangsa pasar tumbuh dengan
pesat untuk tingkat lokal, domestik, nasional, regional, bahkan
internasional.Strategi apakah yang telah diambil oleh perusahaan sebelumnya
untuk meningkatkan pangsa pasar tersebut.
9. Hubungan
perbankan
Bank-bank apa saja yang menjadi
mitra kerja atau memiliki hubungan bisnis dengan bisnis yang akan Anda beli,
bank ternama tentu yang dipertimbangkan. Periksalah kebenaran tentang hubungan
tersebut melalui pejabat-pejabat bank yang dimaksud.Jika Anda dicegah atau
dihalangi, maka ada isyarat bahwa kemitraan tersebut mungkin palsu atau ada
masalah dengan hubungan kemitraan tersebut.
10. Pengendaliaan
persediaan
Kajilah apakah nilai persediaan
tersebut sebagai suatu yang terpisah dalam kesepakatan harga beli.Pastikan bahwa
Anda memiliki daftar lengkap tentang pos persediaan (nilai dan jumlah
persediaan aset sebelum penjualan bisnis) yang merupakan bagian dari harga
penjualan, dan Anda menyetujui dengan jumlah satuan total dan nilai persediaan
tersebut.
11. Kontrak
Apakah bisnis tersebut terikat
dengan kontrak-kontrak yang akan dialihkan kepada Anda. Semua isi kontrak
tersebut (secara legal dan praktis) yang akan diwarisi harus dipahami betul.
Dapatkah semua kontrak yang ada dipindahtangankan kepada Anda, terutama
kontrak-kontrak yang belum jatuh tempo.
12. Persaingan
Apakah para perusahaan penting
terdekat telah dirumuskan dan diketahui secara pasti oleh pihak penjual bisnis
tersebut, terutama kekuatan dan kelemahannya masing-masing.Jika tidak
diketahui, Anda perlu mengadakan suatu dialog dengan pihak penjual mengenai
masalah persaingan sebelum Anda memutuskan untuk membeli bisnis tersebut.
13. Hak
kelola (franchise)
Jika anda ingin membeli bisnis
dengan cara pola atau sistem hak kelola (franchise), pastikan bahwa Anda
memahami dan puas dengan syarat-syarat (kondisi) pengalihan hak kelola
tersebut. Perhitungkan setiap kemungkinan beban biaya yang harus Anda tanggung
sebelum Anda memutuskan untuk membeli bisnis tersebut dengan pola itu.
14. Kepegawaian
/ SDM
Apakah setiap karyawan kunci (pegawai
senior) yang akan Anda miliki dapat diandalkan. Kenalilah berapa lama mereka
telah bekerja pada bisnis itu dan apa yang akan terjadi seandainya mereka
mendadak berhenti pada saat bisnis tersebut Anda beli. Anda harus sudah sudah
memiliki jawaban alternatif darurat apabila hal itu betul-betul terjadi.
15. Pemasok
Kenalilah dengan baik siapa saja
para pemasok Anda dan apakah bisnis tersebut memiliki hubungan baik dengan para
pemasoknya.Harus dikaji juga tentang syarat-syarat dan kondisi pembayaran dari
pemasok utama Anda.Mintalah izin kepada pihak penjual untuk mengecek kebenaran
data dan kondisi saat ini dari pemasok tersebut.
16. Kepemilikan
Harus Anda ketahui secara tarnsparan
siapakah pemilik bisnis tersebut, apakah jika terjadi masalah pada bisnis
tersebut, ia masih dapat dan bersedia untuk dihubungi. Jika memungkinkan, harus
diketahui secara jelas dan pasti tentang sejarah kepemilikan bisnis yang akan
Anda beli.
17. Kesediaan
penjual membiayai
Seberapa besar pihak penjual
memberikan pinjaman kepada bisnis tersebut?Jika pihak penjual tidak bersedia
membiayai sebagian dari bisnis tersebut, maka Anda harus mengetahui
alasan-alasannya. Mendapat bantuan pembiayaan dari pihak penjual merupakan cara
yang baik untuk memastikan bahwa penjual ingin mempertahankan suatu minat yang
aktif dalam bisnis tersebut setelah Anda ambil alih.
E. Kekurangan
dan kelebihan membeli usaha yang sudah berjalan
Ø Keuntungan Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbangkan
oleh para wirausahawan yang mencari-cari untuk membeli perusahaan yang sudah
ada. Mereka yang membeli perusahaan yang sudaha ada akan dapat meraup
keuntungan yang berikut ini:
1. Perusahaan yang sudah sukses dapat terus sukses
Membeli perusahaan yang sedang
berkembang dengan harga yang layak akan meningkatkan kemungkinan kesuksesan.
Tujuan pemilik yang baruharuslah membuat berbagai perubahan yamg akan menarik
pelanggan baru dengan tetap mempertahankan pelanggan lama perusahaan tersebut.
2. Perusahaan yang sudah ada mungkin sudah berada pada
lokasi terbaik
Lokasi bisa jadi merupakan asset
terbesar perusahaan yang sudah ada ini.Jika keunggulan lokasi ini tidak dapat
digantikan dengan lokasi laim, seorang wirausahawan tidak mempunyai banyak
pilihan selain membeli dan bukannya membangun sendiri.
3. Karyawan dan pemasok sudah ada
Perusahaan yang sudah ada telah
memiliki karyawan yang berpengalaman, yang bisa membantu pemilik yang baru
dalam melalui fase tarnsisi.Karyawan yang berpengalaman dapat membantu
perusahaan terus menghasilkan uang sewaktu pemiliknya masih mempelajari
perusahaan ini.Perusahaan yang telah ada mempunyai sejumlah pemasok yang sudah
dikenal melalui jalinan hubungan baik sebelumnya.
4. Perlatan telah terpasang dan kapasitas produktif telah
diketahui
Pada perusahaan yang sudah ada, calon
pembeli dapat mengetahui kondisi pabrik dan peralatan serta kapasitasnya
sebelum membelinya.Dalam banyak kasus, wieauisahawan dapat membeli fasislitas
fisik dan peralatan pada harga dibawah harga pengganti.
5. Persediaan sudah tersedia dan fasilitas pembelian
kredit sudah ada
Jika persediaan perusahaan terlalu
sedikit, perusahan tidak mempunyai jumlah dan jenis produk yang memadai untuk
memenuhi permintan pelanggan. Akan tetapi jika persediaan perusahaan terlalu
banyak persediaan ini akan mengikat terlalu banyak modal, yang sangat berarti
meningkatkan biaya dan mengurangi profitabilitasnya. Pemilik perusahaan yang
sukses dan mapan telah berusaha menyeimbangkan dua sisi ekstrim ini.
6. Pemilik baru dapat langsung menjalankan perusahaannya
Pada hari pertama pemilik baru
mengambil alih perusahaan itu, pada hari itu pula pendapatannnya dimulai.
Dengan cara ini wirausahawan yang membeli perusahaan byang sudah sukses tidak
perlu menghabiskan banyak waktu untuk membangun perusahaan agar dapat menikmati
kesuksesan.
7. Pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik
sebelumnya
Pemilik baru
dapat menelusuri hasil keputusan-keputusan besar yang diambil pemilik
sebelumnya terhadap biaya dan pendapat, dan dapat belajar dari kesalahan yang
pernah terjadi dan mengambil manfaat dari prestasi yang pernah
dicapai.Bagaimanapun juga, pemilik yang menjual perusahaannya tetap ingin
melihat bahwa pembelinya sukses menjalankan perusahaannya.
8. Pembiayaan yang lebih mudah
Menarik
pembiayaaan untuk membeli perusahaan yang telah ada sering kali lebih mudah
dibandingkan mencari uang untuk meluncurkan perusahaan dari nol.
9. Harga murah
Pemilik yang
sekarang mungkin ingin sekali menjual secepatnya, sehingga mereka menjual
perusahaan ini dengan harga murah.
Ø Kerugian Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Perusahaan “pecundang”.Kadang para pemilik perusahaan
berusaha menyembunyiakn fakta denga berbagai teknik kreatif dalam akuntansi
untuk membuat gambaran keuangan perusahaan ini tampak lebih cerah daripada yang
sebenarnya.Jika analisis anda menunjukan bahwa perusahaan ini dikelola dengan
buruk atau terabaikan, anda mungkin dapau membalikana keadannya.Meskipun
demikian, jika anda tidak memiliki rencana yang rinci utnuk meningkatkan
perusahaan yang sedang kesulitan, jangan pertimbangkan untuk membelinya.
1. Pemilik lama mungkin meciptakan citra buruk
Proses due
diligence bisa mengungkapkan bahwa pelanggan, pemasok, kreditur, atau karyawan
memiliki kesan negative mengenai reputasi peruysahaan karena tindakan-tindakan
yang tidak etis daripemilik.
2. Karyawan yang diwariskan dari perusahaan mungkin tidak
sesuai
Bila
usaha-usaha due diligence memperlihatkan bahwa keryawan- karyawan yang ada
merupakan penyebab penting terjadinya masalah perusahaan, pemilik baru tidak
punya pilihan lain, kecuali mem-PHK mereka dan merekrut yang baru.
3. Lokasi perusahaan yang mungkin sudah tidak sesuai lagi
Lokasi yang
dulu dianggap ideal mungkin tidak berlaku lagi dengan berubahnya kecenderungan
pasar dan kependudukan.Calon pembeli harus selalu mengevaluasi pasar yang ada
di daerah sekitar perusahaan yang telah ada, selain juga kemungkinan
pengembangannya.
4. Peralatan dan fasilitas mungkin sudah using dan tidak
efisien
Peralatan
yang ada mungkin saja memang cocok dengan perusahaan yang dibeli, tetapi bukan
untuk perusahaan yang untuk dibangun.Memperbaharui peralatan dan fasilitas
biasanya mahal.
5. Perubahan dan inovasi sulit diterapkan
Melakukan
perubahan yang membawa perusahaan baru dan meyakinkan para klien lama untuk
kembali8 dapat menjadi proses yang mahal, memakan waktu dan melelahkan. Seorang
pembeli perusahaan harus mengetahui usaha, waktu, dan biaya yang akan
dibutuhkan untuk mengubah memontum negative suatu perusahaan yang sedang dalam
kesulitan. Sebelum suatu perusahaan dapat maju, perusahaan tersebut harus
berhenti melangkah mundur.
6. Persediaan mungkin sudah ketinggalan dan kadaluarsa
Pembeli yang
cerdas lebih tahu daripada sekedar percaya pada penilaian persediaan yang ada
dineraca perusahaan.Calon pembeli perusahaa harus menilai perusahaan dengan
harga pasar bukan dengan buku.
7. Piutang usaha nilainya mungkin lebih rendah daripada
yang tertulis
Ketika
pembeli mempertimbangkan membeli perusahaan yang telah ada,penelitiannnya
memperlihatkan bahwa piutang usaha dengan volume besar telah melampaui jatuh
temponya.
8. Harga perusahaan mungkin terlalu mahal
Banyak orang
yang membeli harga perusahaan lebih mahal dari harga sebenarnya, yang dapat
merusak kemampuan perusahaan mendapatkan laba dan menghasilkan arus kas
positif. Pertimbangan utama pembeli adalah memastikan bahwa pembelian ini tidak
menyebabkan kesehatan keuangan perusahaan di masa depan terganggu dan kondisi
arus kas tetap aman.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kewirausahaan
merupakan suatu usaha untuk menciptakan dan mengembangkan usaha baru dengan
mengelola sumber daya yang ada, dengan menggunakan cara-cara yang kreatif dan
inovatif untuk menciptakan suatu hasil yang memiliki nilai manfaat untuk
membangun atau memperbaiki perekonomian masyarakat.
Berwirausaha
berarti melakukan aktifitas kerja keras, dalam konsep islam kerja keras
haruslah dilandasi dengan ima. Bekerja dengan berlandaskan iman mengandung
makna bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan senantiasa megingat
dan mengharap ridha Allah SWT dalam dinilai sebagai ibadah.
DAFTAR PUSTAKA