Minggu, 19 April 2020

MAKALAH MEMBELI USAHA YANG SUDAH BERJALAN


MAKALAH
MEMBELI USAHA YANG SUDAH BERJALAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Mata Kuliah Enterpreneurship Pendidikan
Dosen Pengampu : H. Agung, M. Ag




Disusun Oleh:
Kelompok
8
Fahrur Raji                  (1708101020)
Mohamad Jamaludin   (1708101170)

Siti Maftukhaul. K      (1708101184)
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM/VA (PAI/VIA)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
TAHUN 2020


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong kami dalam menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan, tanpa pertolongan Allah SWT mungkin tidak akan sanggup menyelesaikan dengan lancar dan baik walaupun bentuk dan isinya sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi para pembaca.
Makalah ini disusun dalam rangka melaksanakan tugas dari dosen kami Bapak H. Agung, M. Ag.selaku dosen pengampu mata kuliah Enterpreuner Pendidikan. Harapan kami semoga makalah ini membantu menambahkan pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi dari makalah ini sehingga kedepannya lebih baik.Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman kami yang sangat kurang banyak.Oleh karena itu diharapkan para pembaca yang budiman untuk memberikan masukan-masukanyang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.



Cirebon,   April 2020

Penyusun





BAB  I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Hidup adalah pilihan, demikian juga profesi. Memilih profesi yang akan kita dimasa depan (bahkan sekarang) tentu membutuhkan berbagai pertimbangan dari beragam alternatif solusi. Pada umumnya, lingkungan pendidikan dan orang tua selalu mengarahkan kita untuk menjadi pegawai mapan dan berpenghasilan tetap setelah menamatkan pendidikan.Tidak ada yang salah dengan fenomena demikian.Namun, pilihan menjadi pegawai berkosekuensi tidak memiliki “kebebasan” dalam bekerja maupun penghasilan.Keinginan untuk untuk memiliki kebebsan inilah yang memacu seseoraang untuk memilih profesi wirausaha.Kebebasan finansial, kemerdekaan dalam bekerja, dan keleluasaan mengelola waktu adalah segelintir keuntungan yang melekat pada diri wirausaha.
Pada masa sekarang seorang wirausaha dapat dikatakann pahlawan ekonomi.Wirausaha mampu mengikis kemiskinan dan pengganguran yang menjadi masalah krusial di negeri kita. Dengan kemampuannya melihat peluang bisnis, seorang wirausaha mampu mengubah sumber daya yang tidak dilirik dan diperhitungkan orang lain menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis bagi dirinya, keluarga dan masyarakat sekitar.
Dilaporkan dari sumber CNN Indonesia – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha menurut hasil sementara pendaftaran usaha Sensus Ekonomi (SE) 2016 sebanyak 26,7 juta wirausahawan non-pertanian atau naik sekitar 17,6 persen atau sekitar 4 juta orang dari hasil SE 2006 sebesar 22,7 juta wirausahawan Suryamin. Kepala BPS memastikan, peningkatan jumlah usaha terjadi karena adanya dinamika perkembangan dunia usaha selama satu dekade terakhir, terutama di luar Pulau Jawa karena memiliki percepatan pertumbuhan usaha yang signifikan.
Terlepas dari pembagian daerah-daerah yang mengalami peningkatan bisnis yang tinggi diatas, tetap hasil survei di atas menunjukkan bahwa peluang bisnis ini sangat lebar, masyarakat mulai tumbuh jiwa wirausahanya dibuktikan dengan peningkatan jumlah wirausaha diatas.Dan dari survei bank dunia mengenai laju pertumbuhan penduduk Indonesia bahwa jumlah penduduk Indonesia adalah 256.603.197 jiwa. Dan jumlah tersebut baru sekitar 26.700.000 jiwa yang menjadi wirausahawan (dari Sumber CNN Indonesia ) atau sekitar 10% dari total penduduk, ini peluang yang sangat besar artinya masih ada 90 % penduduk Indonesia yang harus terlayani.
Sebuah langkah besar untuk terjun memulai suatu bisnis, pada umumnya seseorang bingung mau bisnis apa, atau bisnisnya dimulai dari mana. Untuk itu makalah ini menciba memberi gambaran mengenai memulai suatu bisnis dengan cara merintis bisnis dari awal (artinya memang dari nol) atau membeli suatu bisnis yang sudah ada (memulai dengan bisnis yang sudah ada).
Oleh karena itu, penulis akan memaparkan tentang membeli suatu bisnis/usaha yang sudah berjalan.
B.     Rumusan Masalah
a.       Apa Pengertian Enterpreneurship ?
b.      Apa Pengertian Buying (membeli perusahaan yang sudah didirikan) dan Alasannya?
c.       Apa Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil ?
d.      Bagaimana Menganalisis Kesempatan Suatu Bisnis ?
e.       Apa Keuntungan dan Kerugian dari Membeli usaha yang sudah ada?
C.     Tujuan
a.       Untuk Memahami Pengertian Enterpreneurship
b.      Untuk Memahami Pengertian Buying (membeli perusahaan yang sudah didirikan) dan Alasannya
c.       Untuk Memahami Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil
d.      Untuk Mengetahui Bagaimana Menganalisis Kesempatan Suatu Bisnis
f.       Untuk Mengetahui Keuntungan dan Kerugian dari Membeli usaha yang sudah ada?




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kewirausahaan
Kewirausahaan berasal dari kata dasar Wirausaha.[1]Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha.Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung.Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. Sedangkan pengertian Kewirausahaan (Enterpreneurship) atau wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi resikoatau ketidakpastian.
Ilmu kewirausahaan adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya.
Kewirausahaan adalah kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.Esensi dari kewirausahaan adalah menciptakan nilai tambah dengan cara-cara baru dan berbeda agar dapat bersaing.[2]
Menurut Thomas W. Zimmerer dan Norman M. Scarbrough “Wirausahawan adalah orang yang menciptakan bisnis baru dengan mengambil resiko dan ketidakpastian demi mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi peluang dan menggabungkan sumber daya yang diperlukan untuk mendirikannya.” Peter Drucker berkata bahwa wirausaha tidak mencari resiko , mereka mencari peluang.[3]
Pengertian Wirausaha adalah seseorang yang menjalankan kegiatan kewirausahaan atau seseorang yang memulai dan atau mengoperasikan bisnis, (dalam hal ini adalah seorang pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, berani mengambil resiko untuk mulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba).
Objek Studi Kewirausahaan menurut Soeparman Soemahamidjaya, kemampuan seseorang yang menjadi obyek kewirausahaan meliputi:[4]
·                 Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha
·                 Kemampuan memotivasi diri
·                 Kemampuan untuk berinisiatif
·                 Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
·                 Kemampuan untuk mengatur waktu
·                 Kemampuan untuk belajar dari pengalaman
Kewirausahaan merupakan suatu usaha untuk menciptakan dan mengembangkan usaha baru dengan mengelola sumber daya yang ada, dengan menggunakan cara-cara yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan suatu hasil yang memiliki nilai manfaat untuk membangun atau memperbaiki perekonomian masyarakat.
Berwirausaha berarti melakukan aktifitas kerja keras, dalam konsep islam kerja keras haruslah dilandasi dengan ima. Bekerja dengan berlandaskan iman mengandung makna bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan senantiasa megingat dan mengharap ridha Allah SWT dalam dinilai sebagai ibadah.[5]
B.     Pengertian Buying (membeli perusahaan yang sudah didirikan)
Buying (Membeli PerusahaanYang Sudah Didirikan) adalah dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis dan diorganisir oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada.
Adapun alasan-alasan seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada dibandingkan merintis usaha baru, yakni:
  1. Resiko lebih rendah
  2. Lebih mudah
  3. Biaya yang dikeluarkan untuk mengelola lebih rendah
Namun demikian, membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian, yakni:
  1. Masalah internal, contoh: banyaknya pesain dan ukuran peluang pasar.
  2. Masalah eksternal, contoh masalah image atau reputasi perusahaan.
Ada empat hal kritis untuk menganalisi suatu perusahaan yang akan dibeli, yakni:
  1. Alasan pemilik menjual perusahaan
  2. Potensi produk dan jasa yang dihasilkan
  3. Aspek legal perusahaan
  4. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual
Adapun alasan-alasan seseorang memilih menjual perusahaan yang sudah ada.Setidaknya terdapat berbagai alasan secara umum untuk menjual suatu bisnis antara lain sebagai berikut:
·         Pemiliknya telah lanjut usia atau sakit-sakitan, sedangkan anaknya bimbang untuk melanjutkan usahanya.
·         Bermaksud memindahkan di tempat yang berbeda dalam satu negara atau beda propinsi atau kota besar lainnya.
·         Keputusan menerima suatu jabatan atau posisi di perusahaan lain.
·         Bisnis sudah tidak menguntungkan bagi pemiliknya.
·         Ingin menjual bisnis dengan pola waralaba.
·         Kedewasaan industri dan ketiadaan potensi pertumbuhan.
·         Generasi penerus atau anak-anaknya menolak untuk melanjutkannya.[6]
C.    Kerangka Hipotesis Pengembangan Usaha Kecil
Menurut Lambing (2000: 43), untuk pengembangan perusahaan diperlukan dua keterampilan yaitu:[7]
a.       Keterampilan manajemen keuangan
Manajemen keuangan merupakan menajemen terhadap fungsi-fungsi keuangan. Fungsi-fungsi keuangan tersebut meliputi begaimana memperoleh dana (raising of fund) dan bagaimana menggunakan dana tersebut (allocation of fund). Manajer keuangan berkepentingan dengan penentuan jumlah aktiva yang layak dari investasi pada berbagai aktiva dan memilih sumber-sumber dana untuk membelanjai aktiva tersebut. Untuk memperoleh dana, manajer keuangan bisa memperolehnya dari dalam maupun luar perusahaan. Sumber dari luar perusahaan berasal dari pasar modal, bisa berbentuk hutang atau modal sendiri.
Manajemen keuangan sebagai aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Aktivitas itu meliputi:
  1. Aktivitas Pembiayaan (Financing Activity)
Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk mencari sumber modal (sumber eksternal dan internal) untuk membiayai kegiatan bisnis.
  1. Aktiva Investasi (Investment activity)
Aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu meliputi:a)  Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets), b) Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri: investasi pada saham (stock) dan Obligasi (Bond), c)  Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari: tanah, gedung, peralatan, d)  Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari: Hak Paten, Hak Pengelolaan Hutan, Hak Pengelolaan Tambang, Goodwill.
  1. Aktivitas Bisnis (Business Activity)
Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan barang atau jasa efisiensi biaya yang akan mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat dilihat dari laporan Laba-Rugi, yang terdiri dari unsur: a) Pendapatan (sales atau Revenue); b) Beban (Expenses); c)  Laba-Rugi (Profit-Loss)
  1. Aktivitas Penganggaran Modal (Capital Budgeting Activity)
Penganggaran modal digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan  Pengeluaran modal, seperti untuk pembelian equipment baru untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik. Penganggaran modal melibatkan suatu pengikat (penanaman) dana di masa sekarang dengan harapan memperoleh keuntungan yang dikehendaki di masa mendatang. Investasi membutuhkan dana yang relatif besar dan keterikatan dana tersebut dalam jangka waktu yang relatif panjang, serta mengandung resiko. Metode-metode yang biasa digunakan adalah sebagai berikut:
a)      Metode Average Rate of Return
Metode ini mengukur berapa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh dari suatu investasi.Angka yang dipergunakan adalah laba setelah pajak dibandingkan dengan total average invesment.Hasil yang diperoleh dinyatakan dalam persentase.Angka ini kemudian diperbandingkan tingkat keuntungan yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, apabila lebih kecil daripada tingkat keuntungan yang disyaratkan proyek ditolak.
b)      Metode Payback
Metode ini mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali.Karena itu satuan hasilnya bukan persentase, tapi satuan waktu.Kalau priode payback ini lebih pendek daripada yang disyaratkan, maka proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan kalau lebih lama proyek ditolak.
c)      Metode Net Present Value
Metode ini menghitung selisih antara nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih (oprasional maupun terminal cash flow) dimasa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang tersebut perlu ditentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang dianggap relevan.Apa bila nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang lebih besar daripada nilai sekarang investasi, maka proyek ini dikatakan menguntungkan sehinnga diterima. Sedangkan apabila nilainya kecil (NPV negatif), proyek ditolak karena tidak menguntungkan.
d)     Metode Internal Rate of Return
Metode ini menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersi di masa-masa mendatang.Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tinkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang disyaratkan), maka investasi dikatakan menguntungkan, kalau lebih kecil dikatakan merugikan.
e)      Metode Profitability Index
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa datang dengan nilai sekarang investasi. Kalau Profitability Index (PI)-nya lebih besar daripada 1, maka proyek dikatakan menguntungkan, tetapi kalau kurang dikatakan tidak menguntungkan. Sebagaimana metode NPV, maka metode ini perlu menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan dipergunakan.
Pada dasarnya tujuan manajemen keuangan adalah memaksimumkan nilai perusahaan.
  1. Keterampilan manajemen personal
Seseorang bisa sukses menjadi seorang manajer bagi bisnis maupun bidang kehidupannya, jika ia memiliki keterampilan dalam hal manajemen personal. Kemampuan membangun team work yang bagus harus diikuti dengan keterampilan dalam hal manajemen personal. Keterampilan manajemen personal menempati level ketiga dalam piramida keterampilan manajemen. Ada dua bidang yang harus di kuasai pada level ini yaitu manajemen diri dan manajemen waktu.
1)      Manajemen Diri
Jika dalam keterampilan manajemen tim anda memotivasi orang lain untuk melakukan hal yang terbaik dalam pekerjaannya, apakah anda juga bisa melakukannya? pertanyaan yang patut diajukan bagi diri anda untuk menjadi manajer yang baik. Kemampuan manajemen diri adalah kemampuan untuk memotivasi diri agar dapat melakukan hal-hal terbaik dan menghasilkan prestasi yang optimal. Selain terampil dalam melakukan hal-hal terbaik, manajemen diri berfokus pad a pekerjaan yang penting bukan hanya pekerjaan mendesak. Orang lebih sering mengerjakan sesuatu jika sudah mendesak meski kurang penting, sehingga menyita hal-hal yang penting. Pada level ini seorang manajer dituntut untuk bisa memprioritaskan pekerjaan-pekerjaan penting demi keberhasilan usaha.
2)      Manajemen Waktu.
Jika anda memiliki target untuk keberhasilan sebuah usaha, tentunya banyak hal yang perlu dilakukan. Dan terkadang itu membuat anda kekurangan waktu untuk melakukannya.Karena itu penting bagi anda memiliki keterampilan mengelola waktu.Buatlah daftar pekerjaan yang harus dilakukan, membuat daftar pekerjaan yang penting untuk dilakukan membantu anda dalam mengelola waktu dan menyelesaikan pekerjan-pekerjaan penting. Jangan Mengerjakan banyak hal dalam satu waktu,manusia sangat sulit untuk multi tasking. Selesaikan satu pekerjaan dengan segera untuk selanjutnya mengerjakan pekerjaan yang lain. Manajemen pertemuan, dalam tim anda tidak dapat dielakkan dari meeting untuk menyelesaikan permasalahan tertentu. Aturlah pertemuan agar berjalan baik dan menghasilkan banyak hal.Keterampilan manajemen personal menuntut anda untuk memiliki kontrol terhadap diri anda sendiri dan bagaimana anda mengalokasikan waktu yang ada untuk pekerjaan.(Galeriukm).[8]
D.    MENGANALISIS KESEMPATAN SUATU BISNIS
Untuk menganalisis kesempatan suatu bisnis, setidaknya terdapat beberapa  hal yang perlu diperhatikan, yakni:
1.      Aset dan kewajiban
Perlu diketahui daftar atau data secara akurat tentang setiap aset (harta) dan semua kewajiban (liabilitas) yang akan diambil alih. Keakuratan data tersebutjika memungkinkan harus dinyatakan oleh akuntan publik yang bersertifikat. Buatlah kontrak jual beli secara final tentang aset yang dibeli dan semua kewajiban yang akan diambil alih nantinya.
2.      Piutang usaha
Sebelum membeli suatu bisnis, mintalah data umur piutang usaha dan jika mungkin, termasuk masalah penagihan yang dihadapi perusahaan sebelumnya selama ini.Mintalah juga bukti mengenai berapa persen bisnis itu mampu ditagih dalam kurun waktu tertentu dan apakah piutang dapat tertagih sesuai nilai ekonomis.
3.      Lokasi usaha
Apakah letak atau lokasi usaha yang akan dibeli cukup strategis menurut penilaian Anda. Jika tidak strategis, maka berapa besar biayanya apabila bisnis tersebut kemungkinan akan dipindahkan ke lokasi lain atau relokasi ke tempat yang lebih strategis terutama dari sudut pasar, bahan baku, dan tenaga kerja.
4.      Harga beli
Ketahuilah harga beli bisnis yang sesungguhnya dari bisnis itu. Dalam banyak kasus, ada beberapa pilihan harga yang perlu dipertimbangkan, misalnya suatu usaha dibeli total secara tunai dan berbagai pertimbangan antara lain berapa lama return of invesment-nya atau pengembalian modalnya jika dibandingkan dengan jumlah uang yang sama ditabung dalam bentuk deposito.
5.      Kemampuan ekonomi
Harus dilihat bagaimana kinerja bisnis perusahaan yang akan dibeli sepanjang kurun waktu fluktuasi ekonomiPersyaratan istimewa
6.      Sertifikasi
Apakah laporan keuangan atas bisnis yang akan dibeli disiapkan oleh seoran akuntan publik yang telah memiliki sertifikat yang sah dan memilik reputasi yang dipersyaratkan.
7.      Sejarah penjualan
Dapatkah pihak penjual bisnis menunjukkan kepada Anda bagaimana kinerja penjualan produk bulanan selama paling tidak 2 tahun terakhir.Dapatkah kinerja penjualan perusahaan tersebut diserahkan kepada akuntan bisnis Anda.Apakah kinerja penjualan tumbuh pesat secara beangsur-angsur.
8.       Pangsa pasar
Apakah pangsa pasar tumbuh dengan pesat untuk tingkat lokal, domestik, nasional, regional, bahkan internasional.Strategi apakah yang telah diambil oleh perusahaan sebelumnya untuk meningkatkan pangsa pasar tersebut.
9.      Hubungan perbankan
Bank-bank apa saja yang menjadi mitra kerja atau memiliki hubungan bisnis dengan bisnis yang akan Anda beli, bank ternama tentu yang dipertimbangkan. Periksalah kebenaran tentang hubungan tersebut melalui pejabat-pejabat bank yang dimaksud.Jika Anda dicegah atau dihalangi, maka ada isyarat bahwa kemitraan tersebut mungkin palsu atau ada masalah dengan hubungan kemitraan tersebut.
10.  Pengendaliaan persediaan
Kajilah apakah nilai persediaan tersebut sebagai suatu yang terpisah dalam kesepakatan harga beli.Pastikan bahwa Anda memiliki daftar lengkap tentang pos persediaan (nilai dan jumlah persediaan aset sebelum penjualan bisnis) yang merupakan bagian dari harga penjualan, dan Anda menyetujui dengan jumlah satuan total dan nilai persediaan tersebut.
11.  Kontrak
Apakah bisnis tersebut terikat dengan kontrak-kontrak yang akan dialihkan kepada Anda. Semua isi kontrak tersebut (secara legal dan praktis) yang akan diwarisi harus dipahami betul. Dapatkah semua kontrak yang ada dipindahtangankan kepada Anda, terutama kontrak-kontrak yang belum jatuh tempo.
12.  Persaingan
Apakah para perusahaan penting terdekat telah dirumuskan dan diketahui secara pasti oleh pihak penjual bisnis tersebut, terutama kekuatan dan kelemahannya masing-masing.Jika tidak diketahui, Anda perlu mengadakan suatu dialog dengan pihak penjual mengenai masalah persaingan sebelum Anda memutuskan untuk membeli bisnis tersebut.
13.  Hak kelola (franchise)
Jika anda ingin membeli bisnis dengan cara pola atau sistem hak kelola (franchise), pastikan bahwa Anda memahami dan puas dengan syarat-syarat (kondisi) pengalihan hak kelola tersebut. Perhitungkan setiap kemungkinan beban biaya yang harus Anda tanggung sebelum Anda memutuskan untuk membeli bisnis tersebut dengan pola itu.
14.  Kepegawaian / SDM
Apakah setiap karyawan kunci (pegawai senior) yang akan Anda miliki dapat diandalkan. Kenalilah berapa lama mereka telah bekerja pada bisnis itu dan apa yang akan terjadi seandainya mereka mendadak berhenti pada saat bisnis tersebut Anda beli. Anda harus sudah sudah memiliki jawaban alternatif darurat apabila hal itu betul-betul terjadi.
15.  Pemasok
Kenalilah dengan baik siapa saja para pemasok Anda dan apakah bisnis tersebut memiliki hubungan baik dengan para pemasoknya.Harus dikaji juga tentang syarat-syarat dan kondisi pembayaran dari pemasok utama Anda.Mintalah izin kepada pihak penjual untuk mengecek kebenaran data dan kondisi saat ini dari pemasok tersebut.
16.  Kepemilikan
Harus Anda ketahui secara tarnsparan siapakah pemilik bisnis tersebut, apakah jika terjadi masalah pada bisnis tersebut, ia masih dapat dan bersedia untuk dihubungi. Jika memungkinkan, harus diketahui secara jelas dan pasti tentang sejarah kepemilikan bisnis yang akan Anda beli.
17.  Kesediaan penjual membiayai
Seberapa besar pihak penjual memberikan pinjaman kepada bisnis tersebut?Jika pihak penjual tidak bersedia membiayai sebagian dari bisnis tersebut, maka Anda harus mengetahui alasan-alasannya. Mendapat bantuan pembiayaan dari pihak penjual merupakan cara yang baik untuk memastikan bahwa penjual ingin mempertahankan suatu minat yang aktif dalam bisnis tersebut setelah Anda ambil alih.[9]
E.     Kekurangan dan kelebihan membeli usaha yang sudah berjalan
Ø  Keuntungan Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Akan muncul banyak peluang yang pantas dipertimbangkan oleh para wirausahawan yang mencari-cari untuk membeli perusahaan yang sudah ada. Mereka yang membeli perusahaan yang sudaha ada akan dapat meraup keuntungan yang berikut ini:
1.      Perusahaan yang sudah sukses dapat terus sukses
Membeli perusahaan yang sedang berkembang dengan harga yang layak akan meningkatkan kemungkinan kesuksesan. Tujuan pemilik yang baruharuslah membuat berbagai perubahan yamg akan menarik pelanggan baru dengan tetap mempertahankan pelanggan lama perusahaan tersebut.
2.      Perusahaan yang sudah ada mungkin sudah berada pada lokasi terbaik
Lokasi bisa jadi merupakan asset terbesar perusahaan yang sudah ada ini.Jika keunggulan lokasi ini tidak dapat digantikan dengan lokasi laim, seorang wirausahawan tidak mempunyai banyak pilihan selain membeli dan bukannya membangun sendiri.
3.      Karyawan dan pemasok sudah ada
Perusahaan yang sudah ada telah memiliki karyawan yang berpengalaman, yang bisa membantu pemilik yang baru dalam melalui fase tarnsisi.Karyawan yang berpengalaman dapat membantu perusahaan terus menghasilkan uang sewaktu pemiliknya masih mempelajari perusahaan ini.Perusahaan yang telah ada mempunyai sejumlah pemasok yang sudah dikenal melalui jalinan hubungan baik sebelumnya.
4.      Perlatan telah terpasang dan kapasitas produktif telah diketahui
Pada perusahaan yang sudah ada, calon pembeli dapat mengetahui kondisi pabrik dan peralatan serta kapasitasnya sebelum membelinya.Dalam banyak kasus, wieauisahawan dapat membeli fasislitas fisik dan peralatan pada harga dibawah harga pengganti.
5.      Persediaan sudah tersedia dan fasilitas pembelian kredit sudah ada
Jika persediaan perusahaan terlalu sedikit, perusahan tidak mempunyai jumlah dan jenis produk yang memadai untuk memenuhi permintan pelanggan. Akan tetapi jika persediaan perusahaan terlalu banyak persediaan ini akan mengikat terlalu banyak modal, yang sangat berarti meningkatkan biaya dan mengurangi profitabilitasnya. Pemilik perusahaan yang sukses dan mapan telah berusaha menyeimbangkan dua sisi ekstrim ini.
6.      Pemilik baru dapat langsung menjalankan perusahaannya
Pada hari pertama pemilik baru mengambil alih perusahaan itu, pada hari itu pula pendapatannnya dimulai. Dengan cara ini wirausahawan yang membeli perusahaan byang sudah sukses tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membangun perusahaan agar dapat menikmati kesuksesan.
7.      Pemilik baru dapat memanfaatkan pengalaman pemilik sebelumnya
Pemilik baru dapat menelusuri hasil keputusan-keputusan besar yang diambil pemilik sebelumnya terhadap biaya dan pendapat, dan dapat belajar dari kesalahan yang pernah terjadi dan mengambil manfaat dari prestasi yang pernah dicapai.Bagaimanapun juga, pemilik yang menjual perusahaannya tetap ingin melihat bahwa pembelinya sukses menjalankan perusahaannya.
8.      Pembiayaan yang lebih mudah
Menarik pembiayaaan untuk membeli perusahaan yang telah ada sering kali lebih mudah dibandingkan mencari uang untuk meluncurkan perusahaan dari nol.
9.      Harga murah
Pemilik yang sekarang mungkin ingin sekali menjual secepatnya, sehingga mereka menjual perusahaan ini dengan harga murah.

Ø  Kerugian Membeli Perusahaan yang Sudah Ada
Perusahaan “pecundang”.Kadang para pemilik perusahaan berusaha menyembunyiakn fakta denga berbagai teknik kreatif dalam akuntansi untuk membuat gambaran keuangan perusahaan ini tampak lebih cerah daripada yang sebenarnya.Jika analisis anda menunjukan bahwa perusahaan ini dikelola dengan buruk atau terabaikan, anda mungkin dapau membalikana keadannya.Meskipun demikian, jika anda tidak memiliki rencana yang rinci utnuk meningkatkan perusahaan yang sedang kesulitan, jangan pertimbangkan untuk membelinya.
1.      Pemilik lama mungkin meciptakan citra buruk
Proses due diligence bisa mengungkapkan bahwa pelanggan, pemasok, kreditur, atau karyawan memiliki kesan negative mengenai reputasi peruysahaan karena tindakan-tindakan yang tidak etis daripemilik.
2.      Karyawan yang diwariskan dari perusahaan mungkin tidak sesuai
Bila usaha-usaha due diligence memperlihatkan bahwa keryawan- karyawan yang ada merupakan penyebab penting terjadinya masalah perusahaan, pemilik baru tidak punya pilihan lain, kecuali mem-PHK mereka dan merekrut yang baru.
3.      Lokasi perusahaan yang mungkin sudah tidak sesuai lagi
Lokasi yang dulu dianggap ideal mungkin tidak berlaku lagi dengan berubahnya kecenderungan pasar dan kependudukan.Calon pembeli harus selalu mengevaluasi pasar yang ada di daerah sekitar perusahaan yang telah ada, selain juga kemungkinan pengembangannya.
4.      Peralatan dan fasilitas mungkin sudah using dan tidak efisien
Peralatan yang ada mungkin saja memang cocok dengan perusahaan yang dibeli, tetapi bukan untuk perusahaan yang untuk dibangun.Memperbaharui peralatan dan fasilitas biasanya mahal.
5.      Perubahan dan inovasi sulit diterapkan
Melakukan perubahan yang membawa perusahaan baru dan meyakinkan para klien lama untuk kembali8 dapat menjadi proses yang mahal, memakan waktu dan melelahkan. Seorang pembeli perusahaan harus mengetahui usaha, waktu, dan biaya yang akan dibutuhkan untuk mengubah memontum negative suatu perusahaan yang sedang dalam kesulitan. Sebelum suatu perusahaan dapat maju, perusahaan tersebut harus berhenti melangkah mundur.
6.      Persediaan mungkin sudah ketinggalan dan kadaluarsa
Pembeli yang cerdas lebih tahu daripada sekedar percaya pada penilaian persediaan yang ada dineraca perusahaan.Calon pembeli perusahaa harus menilai perusahaan dengan harga pasar bukan dengan buku.
7.      Piutang usaha nilainya mungkin lebih rendah daripada yang tertulis
Ketika pembeli mempertimbangkan membeli perusahaan yang telah ada,penelitiannnya memperlihatkan bahwa piutang usaha dengan volume besar telah melampaui jatuh temponya.
8.      Harga perusahaan mungkin terlalu mahal
Banyak orang yang membeli harga perusahaan lebih mahal dari harga sebenarnya, yang dapat merusak kemampuan perusahaan mendapatkan laba dan menghasilkan arus kas positif. Pertimbangan utama pembeli adalah memastikan bahwa pembelian ini tidak menyebabkan kesehatan keuangan perusahaan di masa depan terganggu dan kondisi arus kas tetap aman.[10]



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kewirausahaan merupakan suatu usaha untuk menciptakan dan mengembangkan usaha baru dengan mengelola sumber daya yang ada, dengan menggunakan cara-cara yang kreatif dan inovatif untuk menciptakan suatu hasil yang memiliki nilai manfaat untuk membangun atau memperbaiki perekonomian masyarakat.
Berwirausaha berarti melakukan aktifitas kerja keras, dalam konsep islam kerja keras haruslah dilandasi dengan ima. Bekerja dengan berlandaskan iman mengandung makna bahwa bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan senantiasa megingat dan mengharap ridha Allah SWT dalam dinilai sebagai ibadah.


DAFTAR PUSTAKA
Buchari Alma, 2008.Kewirausahaan uuntuk Mahasiswa dan Umum, Alfabeta : Bandung.
Drs. Daryanto, 2012. Pendidikan Kewirausahaan, Penerbit Gava Media : Yogyakarta
Leonardus Saiman, 2017. Kewirausahaan-Teori, Praktik, dan Kasus-Kasus. Salemba Empat :
           
Jakarta
M. Ismail Yusanto dan M. Widjajakusuma, 2002.Menggapai Bisnis Islami, Gema Insani Press:
           
Jakarta
Peggy lambing,.2000.Entrepreneurship,US: PearsonEducation



[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia.
[2] Drs. Daryanto, Pendidikan Kewirausahaan, Yogyakarta: Penerbit Gava Media, 2012, hlm.4-5.
[3] Buchari Alma, Kewirausahaan uuntuk Mahasiswa dan Umum, Alfabeta, Bandung, 2008, hlm.24.
[4] Selanjutnya, Drs. Daryanto, Pendidikan Kewirausahaan, hlm.6.
[5] M. Ismail Yusanto dan M. Widjajakusuma, Menggapai Bisnis Islami, Jakarta: Gema Insani Press, 2002, hlm.9
[6]Leonardus Saiman, Kewirausahaan-Teori, Praktik, dan Kasus-Kasus (Jakarta: Salemba Empat, 2017). hlm. 150.
[7]lambing, Peggy.2000.Entrepreneurship,US: Pearson Education. hal.43