Senin, 21 September 2020

MAPEL PAI & BP KELAS X SMA/SMK MATERI TENTANG MENERAPKAN SIFAT JUJUR DALAM KEHIDUPAN

MENERAPKAN SIFAT JUJUR DALAM KEHIDUPAN

MAPEL PAI & BP KELAS X SMA/SMK

Sifat jujur merupakan akhlak mulia yang harus dimiliki oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupannya. Perilaku mulia tersebut sudah dicontohkan oleh nabi Muhammad Saw. bahkan sebelum diangkat menjadi seorang Rasul, beliau mendapat gelar al-amin, karena pribadi yang jujur.

Kesempurnaan iman seseorang tercermin dari akhlaknya. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya. Namun, apabila melihat di sekitar kita, banyak orang mengaku beriman tetapi buruk akhlaknya. Mereka mengaku beriman, tetapi masih terbiasa berkata dusta dan berbuat curang. Ada juga muslim yang tidak peduli terhadap perkataannya, apakah jujur atau dusta. Bahkan, berkata dusta sering kali dilakukan demi meraih keinginan sesaat. Padahal, kejujuran akan membuat hidup tenang dan bahagia. Sebaliknya kebohongan akan membuat hidup sengsara, baik di dunia maupun di akhirat.

 

1.     Pengertian Kejujuran

Kata shidiq dalam bahasa Arab artinya ‘benar’, merupakan istilah yang tepat untuk mengartikan kata jujur yang berarti ‘dapat dipercaya’. Kejujuran juga berarti adanya keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Kejujuran merupakan suatu kemuliaan di antara sekian banyak kemuliaan lain yang menjadi dasar segala perilaku. Sikap jujur akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik, dan perilaku jujur merupakan ukuran kepercayaan seseorang di mata orang lain.

Mengapa demikian? Orang jujur akan mengatakan sesuatu apa adanya, tidak melakukan perbuatan dusta atau bohong. Perilaku jujur juga merupakan sikap tulus dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawab. Maka orang yang istiqamah dalam melaksanakan amanah layak diberi julukan “al-Amin” yaitu orang yang terpercaya, jujur dan setia.

 

2.      Bentuk-bentuk Perilaku Jujur

Kejujuran memiliki bentuk nyata yang terlihat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, di antaranya:

a.      Jujur dalam Perkataan

Seorang muslim apabila berbicara yang diucapkan adalah kebenaran, ucapan yang sesuai dengan hati nurani, yang sesuai dengan kenyataan atau sesuai dengan keduanya. Apabila memberitakan, maka dia tidak memberitakan kecuali apa yang sebenarnya terjadi karena dia sadar bahwa dusta merupakan tanda orang munafik.

b.      Jujur dalam Bermuamalah

Seorang muslim apabila bermuamalah dengan sesamanya akan bersikap jujur, tidak berbuat curang, tidak menipu, tidak memalsukan, dan tidak mengelabui dalam bentuk apapun.

c.       Jujur dalam Janji

Seorang muslim apabila berjanji kepada seseorang akan menepati janjinya, karena orang yang mengingkari janji termasuk tanda-tanda atau ciri-ciri dari orang munafik, kecuali ada sesuatu hal yang tidak dapat dihindari.

d.      Jujur dalam Penampilan

Seorang muslim tidak akan menunjukkan penampilan yang palsu; tidak menampakkan apa yang sebaliknya ada di batinnya, apa yang ditampilkan itulah yang ada di hati dan mulutnya dan tidak menggunakan pakaian kebohongan berupa sifat riya dan nifak.

 

3.      Keutamaan Perilaku Jujur Perilaku jujur merupakan suatu kemuliaan di antara sekian banyak kemuliaan lain yang menjadi dasar segala perilaku. Berikut ini merupakan keutamaan perilaku jujur.

a.      Kejujuran adalah salah satu tingkatan Iman dan Islam

Imam berarti membenarkan dengan hati, mengikrarkannya dengan lisan dan mengamalkannya dengan perbuatan. Iman yang dimiliki seorang muslim memiliki tingkatan yang tidak sama, dan kejujuran merupakan salah satu tingkatan iman yang harus dimiliki seorang muslim. Karena kejujuran merupakan sifat orang-orang yang meyakini rukun iman dan rukun Islam, dan orang yang memiliki keyakinan tersebut, cenderung untuk menaati segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

b.      Jujur merupakan penyempurna iman seorang muslim.

Ketika seseorang mengikrarkan diri, menjadikan Islam sebagai keyakinannya, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, berarti dia telah membenarkan ajaran Islam, dan pertanda pula bahwa dia siap untuk berkomitmen terhadap ajaran-ajaran Islam, yaitu dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dalam menjalankan perintahNya, yaitu kewajiban beribadah, seperti salat, puasa, zakat, haji, misalnya, sebenarnya seorang muslim telah dilatih agar bersikap jujur. Dalam salat subuh contohnya, seorang muslim selalu mengerjakannya sebanyak dua raka’at, karena syariat memerintahkannya demikian sehingga apapun kondisinya, seperti di tempat yang sepi, dia akan tetap mengerjakannya dua rakaat. Demikian pula dalam menjalankan ibadah puasa, tidak ada seorang pun yang tahu, apakah seseorang puasa atau tidak. Begitu juga dalam ibadah haji, apakah seseorang melangggar ketentuan ketika berihram, hanya diri sendiri yang tahu. Semuanya mengajarkan kejujuran, karena seorang muslim yakin bahwa Allah Swt. selalu melihat semua perbuatan hamba-Nya.

Seorang muslim ketika menerapkan perilaku jujur tersebut hendaknya disertai dengan komponen ikhlas. Karena bila seseorang yang jujur, tapi tidak ikhlas, perbuatannya tersebut termasuk kategori riya. Oleh karena itu, perilaku jujur dapat mengantarkan seseorang untuk memilxtrfiki iman yang sempurna.

4.      Dalil tentang perintah berperilaku jujur

Dalam ajaran Islam perintah untuk berlaku jujur sangat ditekankan. Ini dapat dibuktikan, dengan banyaknya teks-teks dalil yang berasal dari al-Qur'an maupun hadis tentang hal tersebut. Salah satunya adalah tentang anjuran berperilaku jujur yaitu Q.S. al-Ahzab/33: 23-24:

 

 

Artinya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya).(23)

agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan mengazab orang munafik jika Dia kehendaki, atau menerima tobat mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(24).

Pada ayat tersebut, Allah Swt. akan memberikan balasan kepada orang-orang yang menegakkan kebenaran. Menegakkan kebenaran merupakan perintah Allah Swt. yang tentu ada manfaatnya. Kebenaran dan kejujuran dalam ucapan dan perbuatan harus ditegakkan bersamaan. Kejujuran adalah modal dasar seseorang untuk mampu menerima nilainilai kebenaran dari Allah Swt. baik kebenaran secara ilmiah maupun kebenaran yang bersifat mutlak.

Juga dalam Q.S.at-Taubah/9:119 yang berbunyi:

 

 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

Ayat di atas menyatakan bahwa Allah memerintahkan kepada seorang mukmin agar tetap istiqamah dalam ketakwaan serta mengharapkan rida-Nya dengan tetap melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, bergaul bersama orang-orang yang selalu benar dan jujur. Sebaliknya, jangan mengikuti orang munafik, yang selalu menutupi kemunafikan mereka dengan perkataan dusta, sumpah palsu, ataupun alasan-alasan yang tidak benar.

Sumber : Buku Paket Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti / Kementerian Agama Republik Indonesia, Edisi Perdana – Jakarta: Kementerian Agama, Republik Indonesia 2019.

Sumbergambar:https://www.google.com/search?q=jujur+png&safe=strict&client=firefox-b-d&sxsrf=ALeKk03jxV8hu5NsCfyWmOrsD6zSC1vJiQ:1600693662627&tbm=isch&source=iu&ictx=1&fir=SN-0z4SMv1PGzM%252CI77bvjnxMW7xnM%252C_&vet=1&usg=AI4_-kT407WuSoeSZwLSoHlagBaGCDyGOA&sa=X&ved=2ahUKEwjpv57JqPrrAhWRILcAHWiRBfEQ9QF6BAgKEDo&biw=1366&bih=654

https://www.google.com/search?q=Q.S.+al-Ahzab%2F33%3A+23-24&tbm=isch&ved=2ahUKEwiQyf3OqPrrAhX8B7cAHWnsAzkQ2-cCegQIABAA&oq=Q.S.+al-Ahzab%2F33%3A+23-24&gs_lcp=CgNpbWcQAzIECAAQGDoECAAQQzoCCAA6BQgAELEDOgcIIxDqAhAnUPX1TViDiU5g3JpOaAFwAHgAgAFsiAGwAZIBAzEuMZgBAKABAaoBC2d3cy13aXotaW1nsAEKwAEB&sclient=img&ei=qqVoX5DMKPyP3LUP6diPyAM&bih=654&biw=1366&client=firefox-b-d&safe=strict

https://www.google.com/search?q=Q.S.at-Taubah%2F9%3A119&tbm=isch&ved=2ahUKEwiMlZq1rfrrAhUKBHIKHZiCCm0Q2-cCegQIABAA&oq=Q.S.at-Taubah%2F9%3A119&gs_lcp=CgNpbWcQA1Cpig1YqYoNYLWTDWgAcAB4AIABNIgBNJIBATGYAQCgAQGqAQtnd3Mtd2l6LWltZ8ABAQ&sclient=img&ei=sqpoX4z0L4qIyAOYharoBg&bih=654&biw=1366&client=firefox-b-d&safe=strict#imgrc=dxn8ot4q21SPxM

 

 


 

 
KUNJUGILAH BLOG KAMI SETIAP HARI

Jumat, 28 Agustus 2020

SURAT AL HUJURAT AYAT 10 & 12

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Materi Surat Al-Hujurat ayat 10 dan 12

Oleh: Muhammad Jamaludin

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/9780-quran-surat-al-hujurat-ayat-10.html

Terjemah Arti:

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.(Referensi:https://tafsirweb.com/9780-quran-surat-al-hujurat-ayat-10.html

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Referensi: https://tafsirweb.com/37710-quran-surat-al-hujurat-ayat-10-12.html

Terjemahan: Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Referensi: https://tafsirweb.com/37710-quran-surat-al-hujurat-ayat-10-12.html

 


A.                       Asbabbun Nuzul Surat Al-Hujurat Ayat 10

 

Persaudaraan yang didasari oleh nilai-nilai keislaman dikenal dengan istilah ukhuwah Islamiyah. Persaudaraan sesama muslim merupakan persaudaraan yang dilandasi oleh keimanan serta persamaan aqidah. Sedangkan ayat ini menegaskan bahwa setiap orang muslim, itu bersaudara.

 

Perselisihan diantara orang muslim tidak akan menyebabkan salah satunya keluar dari Islam, mereka tetap saudara.

Sehingga persaudaraan akan menjadi kehidupan yang harmonis, saling menjaga perdamaian, diliputi oleh rasa kasih sayang, dan sabagainya. Lalu apa sebab turunya ayat tersebut, diantaranya sebagai berikut:

Bahwa dulu ada dua orang laki-laki muslim yang sedang bertengkar satu sama lainnya. Sehinngga marahlah para pengikutnya dengan menggunakan tangan dan sandal. Kemudian turunlah ayat ini agar bisa menghentikan perkelahian dan menciptakan perdamain. Ini adalah satu sebab turunya surat Al-Hujurat ayat 10.

Bahwa dulu ada dua orang laki-laki muslim yang sedang bertengkar satu sama lainnya. Sehinngga marahlah para pengikutnya dengan menggunakan tangan dan sandal. Kemudian turunlah ayat ini agar bisa menghentikan perkelahian dan menciptakan perdamain. Ini adalah satu sebab turunya surat Al-Hujurat ayat 10.

Selain itu, ada sebuah riwayat dari Ibnu Jarir yang bersumber dari Al-Hasan, bahwa dalam perkelahian tersebut terjadi antara dua suku. Mereka semua dipanggil ke pengadilan, tetapi mereka membengkang. Maka Allah turunkan ayat ini, sebagai peringatan kepada orang-orang yang bertengkar agar segera damai, sampai sini sudah jelas.

 


B.                      Tajwid Surat Al-Hujurat Ayat 10

 

Ayat ini terbilang cukup pendek, sehingga hukum bacaan tajwidnya tidak begitu banyak. Adapun penjelasannya sudah kami jelaskan di atas. Berikut adalah hukum tajwid surat Al-Hujurat ayat 10.

 

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 

1.    أنما : Bacaan gunnah karna terdapat huruf nun yang bertasydid, adapun cara bacanya dengan mendengung serta ditahan sesaat.

2. الْمُو : Bacaan alif qomariyah, karna alif lam bertemu dengan salah satu huruf qamariyah yaitu mim. Adapun cara bacanya cukup dibaca dengan jelas.

3.  منُوْن : Bacaan mat thabi’i, karna ada wau sukun yang diawali dengan huruf berharakat dhammah, cara bacanya, dibaca panjang dua harakat.

4.  ةٌ فَأ : Bacaan Ikhfa; haqiqi, karna dhamma tanwin yang bertemu dengan huruf fa’, cara bacanya disamarkan dan degung serta ditahan selama 2 harakat.

5.   ـحُوْا : Bacaan mat thabi’i karna wau sukun didahului oleh huruf berharakat dhammah, cara bacanya sama dua harakat.

6.  بَيْن : Bacaan mat layyin, karna ya’ sukun didahului oleh huruf berharakat fathah, cara bacanya panjang selama dua harakat.

7.   خوَيْكـ : Bacaan mat layyin juga, karna terdapat huruf berharakat fathah diikuti ya; sukun, bacaannya sama dua harakat.

8.  ـكمْ وَ : Bacaan idhar syafawi, karna mim sukun bertemu dengan wau, cara bacanya dengan jelas.

9.   ـقُوا اللَّهَ : Bacaan tafkhim, karna lafad Allah didahului oleh huruf berharakat dhammah, cara bacanya harus tebal.

10.                  كمْ تُر : Bacaan Idhar syafawi, karna mim sukun bertemu dengan huruf tha, cara bacanya cukup dengan jelas.

11.                     مون: Bacaan mad arid lissukun, karna huruf mad wau didahului oleh huruf berharakat dhammah, yang berada di akhir kalimat. Cara bacanya 4 harakat.

 

C.                      Kandungan Surat Al-Hujurat Ayat 10

 

Sejarah telah mencatat manfaat positif dari persaudaran, sebagaimana Nabi Muhammad mempersatukan kaum muhajirin dan kaum anshar.

Salah satu kunci sukses dalam melestarikan serta menciptakan kehidupan masyarakat yang baik, martabat, serta terhormat. Salah satunya harus mempunyai persaudaraan yang kuat. Adapun isi kandungan dari surat Al-Hujurat diantaranya sebagai berikut:

1.   Perselisian, pertengkaran, serta perpecahan akan menjauhka dari rahmat Allah yang maha Esa. Sehingga ayat ini mengisyaratkan kesatuan dan persatuan akan melahirkan rahmat dan nikmat bagi mereka semua.

2. Wajib bagi orang muslim untuk memperdamaikan mereka yang berselisih, walaupun yang berselisih hanya dua orang, apalagi banyak.

3. Semua orang muslim walaupun mereka bukan saudara kandung, mereka secara otomatis akan terikat dengan persaudaraan iman. Mengapa? Karna ukhuwah Imaniyah bagaikan saudara kandung, bahkan lebih.

4. Orang-orang mukmin harus menjadikan taqwa sebagai landasan dalam seluruh amal kebaikannya. Salah satunya mendamaikan dua orang yang berselisih. Dengan taqwa seseorang akan mendapatkan rahmat Allah serta bisa Ini adalah beberapa isi kandungan surat Al-Hujurat ayat 10.

 

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh

 

Dalam pepatah ini kita bisa menyimpulkan bahwa orang muslim ibaratkan sebatang lidi, apabila bersatu maka akan menjadi kuat. Tapi sebaliknya apabila sudah berpisah, maka akan terpecah belah.

 


 

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang mukmin itu bersaudara. Persaudaraan (ukhuwah) diantara sesama mukmin adalah persaudaraan yang dilandasi oleh persamaan aqidah dan keimanan kepada Allah subānahū wa taʻālā. Persaudaraan yang didasari oleh nilai-nilai Islam dikenal dengan istilah ukhuwah islāmiyyah.

Ukhuwah islāmiyyah mencakup :

1.   Ukhuwah Dīniyyah, yaitu persaudaraan yang didasari oleh persamaan agama. Persaudaraan seagama dan seiman inilah yang dimaksud oleh QS. Al-ujurāt ayat 10.

2. Ukhuwah Waāniyyah wa an-nasab, yaitu persaudaraan karena satu bangsa dan keterikatan keturunan.

3. Ukhuwah Insāniyyah atau Basyāriyyah, yaitu persaudaraan karena sama-sama manusia.

 

 


 

Referensi :

http://makalahqw.blogspot.com/2019/09/al-hujurat-4910-indonesian-tafsir.html

https://duniapondok.com/surat-al-hujurat-ayat-10/

https://tafsirweb.com/37710-quran-surat-al-hujurat-ayat-10-12.html

https://www.google.com/search?q=ukhuwah+png&safe=strict&hl=id&sxsrf=ALeKk01Vycbq9K9RA2X2IoeScVKfXpycew:1598621908762&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwi-zoHYgr7rAhWJf30KHXSqDVMQ_AUoAXoECAsQAw&biw=1366&bih=654#imgrc=sBmFDW-9XuEFSM

https://www.google.com/search?q=persaudaraan++png&tbm=isch&ved=2ahUKEwik2_fbgr7rAhUzg0sFHY5BCagQ2-cCegQIABAA&oq=persaudaraan++png&gs_lcp=CgNpbWcQAzICCAAyBggAEAUQHjIGCAAQBRAeMgYIABAFEB46BggAEAcQHjoECAAQEzoICAAQBxAeEBM6CAgAEAcQBRAeULyRIljcsCJgnbMiaABwAHgAgAHFAYgB_g2SAQQxLjEymAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWfAAQE&sclient=img&ei=3AhJX6T9O7OGrtoPjoOlwAo&bih=654&biw=1366&safe=strict&hl=id

https://www.google.com/search?q=tajwid++png&tbm=isch&ved=2ahUKEwjg893phL7rAhUT_TgGHR3-BywQ2-cCegQIABAA&oq=tajwid++png&gs_lcp=CgNpbWcQAzICCAA6BggAEAcQHjoICAAQBxAFEB46BwgAELEDEEM6BAgAEEM6BQgAELEDOgQIABATUJ-vEVjG2hFgyegRaABwAHgAgAG7BogB8RmSAQ0xLjguMi4xLjEuMC4xmAEAoAEBqgELZ3dzLXdpei1pbWfAAQE&sclient=img&ei=EgtJX-CiMJP64-EPnfyf4AI&bih=654&biw=1366&safe=strict&hl=id#imgrc=yPrnfC0FAmsB6M

https://www.google.com/search?q=AL+QURAN+PNG&safe=strict&client=firefox-b-d&sxsrf=ALeKk02eO88AzWVkkQFDgLaQ-s_6S9dEhg:1598624050355&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=2ahUKEwiDhJrVir7rAhVUVH0KHWoBAzUQ_AUoAXoECA0QAw&biw=1366&bih=654#imgrc=xuAnMZaGfswImM

 

 

 

KUNJUGILAH BLOG KAMI SETIAP HARI